Langsung ke konten utama

AIR MATA JALA KUMARA

AIR MATA JALA KUMARA

Air mata jala kumara juga disebut sebagai air mata Kumara kelor, karena memang ini adalah getah daripada kelor.

Rahasia Pohon Kelor dan Galih Kelor

Kenapa kelor itu sampai mengeluarkan getah yang bisa mengkristal? Sebenarnya ini sebuah rahasia pohon yang dari zaman ke zaman dipercayai memang sangat keramat dikeramatkan, hal itu karena kelor ini merupakan pohon yang punya sejarah besar, cerita yang sangat luar biasa di tanah Jawa, yang daunnya saja sangat bermanfaat sekali, apalagi galihnya.

Pohon yang begitu empuk, kenapa bisa punya galih... Ini kan luar biasa. Jadi galih kelor yang seharusnya sangat langka itu menjadi sangat banyak sekali beredar dikarenakan banyak yang ingin meniru, bahkan semua kayu yang punya serat besar dikatakan sebagai galih kelor karena menyerupai, akan tetapi galih kelor sendiri sebenarnya itu sangat langka. Bahkan galih kelor yang asli itu seukuran cincin atau seukuran beras saja tentang tuahnya sudah menyamai kekuatan merah delima yang versi paling ori, galih dengan kekuatan yang alami dari Tuhan langsung memiliki pukulan yang mematikan atau penatas semua kekuatan agar pagar gaib pun jebol, penunduk massa atau perorangan, pelet pengasih.

Bahkan kalau di zaman-zaman dulu yang ingin punya banyak istri agar rukun satu rumah, mereka mencari galih kelor.

Keistimewaan dan Asal-Usul Air Mata Jala Kumara

Tentang galih kelor kalau diceritakan akan sangat panjang lebar sekali, akan tetapi meskipun sudah selangka itu ada yang lebih langka dan lebih istimewa lagi yaitu getahnya kelor yang mengkristal. Kenapa dibilang lebih langka? Karena kelor biasanya tidak punya getah yang bisa mengkristal, kelor sendiri meskipun pohonnya tidak keras itu getahnya sangatlah terbatas, sangat minim untuk dikatakan sebagai pohon yang menghasilkan getah yang bisa mengkristal itu seolah-olah tidak mungkin.

Banyaknya pohon kelor tetapi tidak ditemukan getah kelor, kenapa sampai kelor itu punya getah yang mengkristal? Ceritanya begini: "Pohon kelor yang di dalamnya tersusun istana gaib yang dihuni oleh para makhluk-Nya, tentunya sebuah istana itu ada raja atau ratu, dibilang pada kelor itu pimpinannya adalah seorang ratu yang lebih diunggulkan kalau di alam mereka. Ketika sang ratu ini menangis, bukan menangis karena sakit, melainkan menangis karena haru, menangis karena cinta kasih, welas asih... Di situlah pohon kelornya akan mengeluarkan getah yang mewakili tangisan daripada sang ratu, yang mana tangisan ini menjadi getah dengan kekuatan spiritual sangat tinggi yang disebut dengan air mata jala kumara."

Semua kekuatan tentang kelor setinggi-tingginya itu ada pada air mata jala kumara dengan berlipat ganda yang lebih sempurna daripada apapun yang didapatkan dari pohon kelor. Bahkan kami secara pribadi kalau galih kelor itu yang asli menemukan beberapa kali langsung dari pohonnya, bukan sekedar katanya dapat dari sana dan sana, memang langsung melihat. Akan tetapi untuk air mata jala kumara ini hanya atau baru sekali ini kami mendapatkannya, meskipun menanti puluhan tahun yang hati sendiri sudah tidak percaya kalau barang itu benar-benar ada, namun kali ini benar-benar wujud.

Tuah, Khasiat, dan Pemanfaatan

Nah sekarang setelah kita terangkan tentangnya, lalu untuk apa kok sampai dicari orang, diburu oleh orang yang mengerti tentangnya sampai puluhan tahun pun dinanti... Istilahnya masih ada harapan di dalam hati. Untuk apa sih... Apa sekedar pajangan atau hiasan belaka ya? Tentunya bukan sekedar hiasan atau pajangan, itu merupakan sesuatu hal yang paling istimewa. Kalau kita pernah mendengar sesuatu yang biasa seperti getah katilayu, blendok katilayu, getah-getah yang mampu menangkap hewan sehingga mengkristal hewannya di dalam... Itu kan banyak yang semua diceritakan itu adalah untuk memancing; memancing ikan, memancing rasa, memancing cinta, memancing harta, memancing kebaikan, keberuntungan, memancing kekayaan, memancing segala kebaikan, memancing segala keinginan, segala angan, dan itu semua sudah ada juga pada air mata jala kumara. Bahkan bukan hanya sekedar itu, itu hanya bagian kecil daripada air mata jala kumara tangisan haru sang ratu yang penuh kasih, ratu yang sudah cukup segalanya tetapi menangis haru karena cinta, kasih, dan kasih sayang, welas asih.

Air mata jala kumara ini merupakan sebuah sarana yang ketika dipandang saja sudah membahagiakan jiwa, sudah menimbulkan rasa percaya diri, rasa bahagia dalam hati karena dengan melihatnya saja kita itu sudah bisa membayangkan/berangan berbagai keajaiban yang kita inginkan itu bisa kita dapatkan.

Daya Pengasihan dan Pangeretan Alami

Akan tetapi memang harus berhati-hati ketika menggunakan air mata jala kumara ini, baik bendanya langsung ataupun rendamannya, baik minyak ataupun dengan air. Tetapi biasanya kalau orang yang ngerti itu bukan minyak tetapi air, jadi dia lebih menyatu dengan sangat sempurna bisa dengan towelan, pandangan mata, dan lain sebagainya.

Daya pengasihannya yang sangat menakutkan, dikarenakan kalau sudah benar-benar terkena seseorang bagaimana bisa diobati? Karena itu langsung mendarah mendaging sedalam-dalamnya, bahkan kekuatan pangeretan yang dimiliki daripada air mata jala kumara ini sangat sempurna sekali. Yang terkena dia akan nyah-nyoh, brah-breh... Apapun yang kita inginkan akan dikasih oleh si dia baik itu jiwa, raga, harta, semua akan dicurahkan. Seperti ini kalau disalahgunakan untuk mencari mangsa bisa bahaya sekali, karena daya peletnya ini ketika diobatkan atau dilihatkan kepada paranormal ini tidak kelihatan, karena peletnya ini kekuatan pangeret, pelet pengasih, ini seolah-olah alami hingga tidak bisa dilihat dengan ilmu magic, mau dicek berkali-kali pun nggak kelihatan. Ini memang kekuatan alami yang langsung tercipta oleh keajaiban alam, oleh keajaiban Tuhan yang tidak bisa direkayasa oleh manusia.

Sehingga untuk daya pelet pengasih, daya pikat, pesona, untuk mandi aura, awet muda, bedah aura, bedah aura wajah, bedah aura menyeluruh, pangeretannya, penundukannya, pelet pangeret yang melebihi gendam, lebih mendalam dan bertahan abadi, semua yang terkandung dalam air mata jala kumara ini terasa alami yang langsung diciptakan oleh Allah.

Adapun untuk para pengguna itu biasanya hanya mengaktifkan saja kekuatan di dalamnya yang masih tertutup tidak bisa keluar dengan cara-cara tertentu, karena meskipun alami itu kekuatannya di dalam dia tidak mau keluar, bukan di dalam barangnya tapi di dalam rasa, dalam rasa, dalam wadaq daripada benda tersebut.

Untuk memancing emosi, eh bukan memancing emosi, memancing rasa, memancing jiwa, memancing sukma, memancing cinta, memancing simpati orang banyak, menarik massa, memancing walet, memancing ikan, memancing keberuntungan, kaya harta benda dan segala kebaikan, dari itu yang namanya air mata jala kumara itu dicari dari zaman dahulu. Meskipun tidak punya tuah untuk kekebalan, tidak punya tuah untuk perlindungan (berbeda dengan galihnya), akan tetapi bila melalui proses pembangkitan yang menyeluruh, maka tuah & tingkat kekebalannya itu bisa mencapai 712 kekuatan tuah merah delima.

Cara Membangkitkan Energi Air Mata Jala Kumara

Adapun cara untuk membangkitkan air mata jala kumara itu dengan membacakannya Surat Maryam sebanyak 1.000 kali, bisa dilakukan berbulan-bulan atau bertahun-tahun, bisa berangsur tidak masalah, terpenting adalah sesuatu hal yang sangat istimewa ini benar-benar menjadi keistimewaan yang akan mendampingi kita sepanjang masa.

Surat Maryam ayat 1 sampai akhir, kalau kita punya anggota 100 orang, tiap 1 orang kan cuma kebagian 10 kali saja... Beres kan, dalam kurun waktu 2 hari saja bisa selesai. Andai sendirian, ya kita sendirian ya bisa bertahun-tahun.

Semoga sedikit catatan ini bisa membawa kebaikan untuk saudara semua. Amin.

"Sekedar berbagi ilmu, belajar bersama, bukan dimaharkan ilmunya melainkan gratis, begitu juga benda n pusaka sekedar pembelajaran bukan untuk dimaharkan".

Semoga berkah dan manfaat untuk sesama Aamiin...!

Filosofi dan Pelestarian Warisan Leluhur

Mustika atau amalan aji, japa, mantra hanyalah sarana karya Tuhan yang terciptanya, kebangkitannya dilintaskan dalam akal pikiran, keyakinan dan kesadaran manusia, bukan berhala, bukan kemusyrikan, sesungguhnya berhala & kemusyrikan ada dalam hati kita masing-masing yang memuja kesombongan dan ego.

Semoga bermanfaat untuk semua pembaca.....Aamiin..!

"Mari terus belajar untuk mendalami tinggalan leluhur serta karya Tuhan yang tiada batas, dengan belajarlah kita akan berilmu untuk bisa menilai, mengerti, karena hanya dengan mengerti kita bisa mencintai, dengan mencintai pula kita akan ada keinginan untuk menjaga agar lestari".

Alhamdulillahi Robbil Aalamiin, setelah belajar 17 tahun di dunia pusaka & mustika, sarana tradisi, tuah, saat ini kami (Joko Dayu) berniat untuk membagikan hasil belajar kami. Tentunya ya belajar bersama, karena tidak ada kesempurnaan dalam belajar meskipun sampai mati nanti. Dari itu, kami mengajak saudara untuk belajar bersama menemani kami!

Dari perjalanan menggali wawasan tentunya sangat membutuhkan kesabaran, keikhlasan jangka panjang, mencari contoh barang, kemudian mendalami mestinya membutuhkan pendalaman yang lama sebelum menguasai dan sebelum terbiasa. Berbeda ketika sudah lama mendalami, akhirnya sangat terbiasa untuk menjiwai baik itu pusaka maupun mustika.

Penuh lika-liku yang melibatkan keyakinan, hingga membuat keyakinan itu sendiri dalam kondisi kritis harus menjajaki dalamnya filosofi, histori, dan lain sebagainya tentang pusaka dan mustika. Dalam keadaan yang tidak menentu itulah keyakinan mencari sandaran untuk memutuskan sesuatu yang telah diteliti dan didalami, dan sandaran itu adalah kesadaran yang penuh ketenangan tanpa ego penilaian luar, namun mementingkan batiniyah. Repot merepotkan, namun sungguh menyenangkan, karena menjadi tantangan spiritual yang melibatkan material juga harus seimbang keduanya.

Menyeimbangkan akal pikiran sampai keyakinan hingga dengan kesadaran pribadi berani memutuskan. Mengajak belajar bukan berarti kami menguasai semuanya, justru dengan menulis kami mendapatkan ingatan-ingatan kami kembali yang telah lama terlupakan; menulis sambil belajar, sambil mengingat, mengembangkan wawasan.

Bukan berlebihan dalam penyampaian. Semua akan kami tulis dengan teliti tanpa mengada-ngada yang bisa menimbulkan kesan berlebihan, semua sesuai hati saja, agar tidak menimbulkan keyakinan semu ataupun harapan palsu. Belajar adalah upaya kita untuk melestarikan dengan kesungguhan hati tanpa direkayasa dengan rasa.

Kami berharap kita bisa menjadi golongan yang tidak melupakan karya leluhur, golongan yang bisa menghormati karya leluhur juga karya cipta Sang Maha Kuasa. Dengan belajar kita akan mengerti tentangnya serta nilainya, sehingga rasa hormat memadai tanpa ada rasa menyia-nyiakan sesuatu yang berharga, inilah keadilan tanpa kedzaliman.

Kami harap sedikit kata ini bisa mengantarkan apa yang menjadi tujuan kami untuk bisa dimengerti oleh para dulur semua yang hendak ikut belajar dalam naungan kami. Aamiin…!

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

JOKO DAYU

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERIS PATREM NOGO KIKIK

Keris ukuran kecil terkadang di pandang sebelah mata, jimatan itulah sebutan banyak orang menyebutnya, dianggap tak bernilai kalah dengan pusaka besar. Tetapi kita tidak tidak boleh tertipu dengan hal ini, dahulu kala banyak banget pusaka besar yang juga di buat sebagai pelengkap tradisi, tidak semua dibuat bertuah dengan lelaku tertentu oleh sang empu, para pande besi biasa pun dapat pesanan membuat pusaka, tentunya yang bisa di jangkau oleh masyarakat umum mas kawinnya. Nah disini kita harus mengerti tentang pusaka patrem sebilah pusaka yang punya ukuran kecil zimatan, tentunya dibuat bukan untuk melengkapi busana tradisi atau tradisi lain nya, melainkan untuk tujuan khusus, untuk ageman yang memang di harapkan tuah bukan sekedar seninya, dari sisi kita sudah tau bahwa rata-rata patrem itu memang di buat tujuan pencapaian spiritual dalam banyak hal, seperti halnya patrem naga kikik, lebih wingit, lebih bertuah, lebih punya kasekten, nyolowedi, kekuatan serta aura lebih besar, lebih m...

TUAH KEMBANG SERAI

TUAH KEMBANG SERAI Manfaat Kembang Serai Perumahan —bukan yang kembang serai gunung atau kembang serai hutan—itu merupakan sebuah keajaiban yang sangat menakjubkan. kembang serai ini banyak orang dengar tentangnya bahwa Kembang Serai itu langka, tetapi langkahnya itu untuk apa itu kan pada tidak mengerti , yaa mungkin banyak khasiat daripada kembang serai tersebut...., hanya berpikir seperti itu, akan tetapi kita perlu tahu tentang kembang Serai itu punya tuah yang besar. Kisah Pertemuan dan Wejangan Sang Pakar Tahun 2004 kami pernah berguru kepada seseorang yang tidak disengaja, beliau ini sekarang sudah meninggal, dulu aja sudah tua ketika kita bertemu di kala itu. beliau menerangkan tentang kembang serai katena beliau itu baru dapat yang dapatnya pada hari Selasa Kliwon jam 12 siang, saya masih ingat. kata beliau pakar kembang serai "Bagaimana cara menggunakan kembang serai untuk mengisi badan" saya tanya pada waktu itu, saya masih muda i...

BATU TUNGGUL JATI SELA NUNGGAL

BATU TUNGGUL JATI SELA NUNGGAL Oleh: JOKO DAYU BATU TUNGGUL JATI SELA NUNGGAL merupakan sebuah mustika yang punya keunggulan dalam keteguhan jiwa, keteguhan spiritual, keteguhan hidup, keteguhan hikmah, keteguhan metafisik, keteguhan kadigdayan kanuragan kaseten gaib, keteguhan tujuan, keteguhan sejati yang sangat inti. Batu seperti ini hanya ditemukan di area Goa Dibawah Makhbaroh Syekh Dzatul Kahfi - Gunung Jati Cirebon . Pintu Goa Nya Dibawah Masjid Samping Makhbaroh Syekh Dzatul Kahfi. Nama batu Tunggul Jati selo nunggal adalah batu mustika yang diberi nama langsung oleh Nurjati atau Syekh Datul Kahfi yang kemudian Di Masyhurkan Nama Batu Tunggul Jati Sela Nunggal Oleh Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah Yaitu Syekh Tholhah Bin Syekh Tholabuddin Hingga Sekarang Jika Ada Siapapun Yg Menemukan Batu Bongkahan Hitam Pekat Seperti Hati Pohon Kelor Itu Namanya Batu Tunggul Jati Selo Nunggal . nama yang tidak sembarangan, tentunya nama yang mempunyai arti yang sangat...