BATU TUNGGUL JATI SELA NUNGGAL
Oleh: JOKO DAYU
BATU TUNGGUL JATI SELA NUNGGAL merupakan sebuah mustika yang punya keunggulan dalam keteguhan jiwa, keteguhan spiritual, keteguhan hidup, keteguhan hikmah, keteguhan metafisik, keteguhan kadigdayan kanuragan kaseten gaib, keteguhan tujuan, keteguhan sejati yang sangat inti.
Batu seperti ini hanya ditemukan di area Goa Dibawah Makhbaroh Syekh Dzatul Kahfi - Gunung Jati Cirebon. Pintu Goa Nya Dibawah Masjid Samping Makhbaroh Syekh Dzatul Kahfi.
Nama batu Tunggul Jati selo nunggal adalah batu mustika yang diberi nama langsung oleh Nurjati atau Syekh Datul Kahfi yang kemudian Di Masyhurkan Nama Batu Tunggul Jati Sela Nunggal Oleh Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah Yaitu Syekh Tholhah Bin Syekh Tholabuddin Hingga Sekarang Jika Ada Siapapun Yg Menemukan Batu Bongkahan Hitam Pekat Seperti Hati Pohon Kelor Itu Namanya Batu Tunggul Jati Selo Nunggal. nama yang tidak sembarangan, tentunya nama yang mempunyai arti yang sangat mendalam.
FILOSOFI DAN MAKNA
Tunggul Jati Selo Nunggal adalah kesejatian diri, kepemimpinan akan jiwa raga.
- Tunggul bermakna tunggak/akar tunggal yang kokoh. Wujud dari inti kekuatan, pendirian yang teguh sempurna kekuatan abadi.
- Selo bermakna batu lambang kekerasan hati atau keteguhan mutlaq.
- Nunggal bermakna menyatu yang juga disebut manunggal atau nyawiji.
Tunggul Jati Selo Nunggal wujud Penyatuan Jati Diri Menyatunya hakikat diri manusia yang sejati dengan keteguhan hati yang sekuat batu menjadikan pusat kekuatan spiritual yang manunggal menyatu dengan Tuhan.
KEKUATAN DAN KHASIAT
Batu jenis mustika seperti ini Apabila sudah benar-benar diaktifkan, dibangkitkan secara menyeluruh, maka mempunyai kekuatan yang sangat istimewa, kekuatan mutlaq untuk mengukuhkan, menguatkan mengokohkan segala keinginan, tekad hati, tujuan, impian dalam kehidupan ini, mengokohkan segala spiritual hikmah metafisik gaib secara menyeluruh, menguatkan dan mengokohkan posisi berbagai kekuatan termasuk kekuatan katribawan atau perbawa Agung, kekuatan pukulan Agung, kekuatan kanuragan, kadigdayan, Joyo kawijoyo, joyo Sampurna, Joyo dilogo.
Mempunyai kekuatan yang mampu untuk mengunci ilmu pemiliknya agar tidak bisa diambil oleh orang lain atau dirusak oleh orang lain. perlindungan secara menyeluruh mutlaq dari serangan gaib maupun yang nyata dari berbagai wujud senjata yang jumlahnya tidak Terhihung, karena senjata ini punya jenis yang amat banyak sekali, baik itu dari senjata yang berisi gaib maupun yang tidak berisi, yang tajam maupun yang tumpul atau senjata api atau racun gas air mata, dan berbagai racun lainnya.
Serta batu mustika yang mampu menyerap kekuatan air dan bumi dengan sangat kuat sekali untuk dimasukkan ke dalam wadaq mustika ini sendiri untuk diolah, dimanfaatkan, hingga menguatkan mustika sekuat-kuatnya, makin lama makin kuat. punya daya pikat yang tinggi, penundukkan Agung, penundukan secara massal / demo dan lain sebagainya.
Kenapa Joko Dayu berani berucap seperti ini ? kami bukan mengada-ngada akan tapi kami telah mempelajari beberapa malam batu mustika ini, hingga mengetahui apa isi tuah dari pada batu mustika ini, ini bisa dipercaya. jadi nanti kalau saudara mendapatkan batu jenis seperti ini, maka simpanlah, manfaatkan, aktifkan dengan aktif-se-aktif aktifnya dengan kebangkitan yang sempurna.
DENGAN CARA OLES BATU TERSEBUT ATAU DIRENDAM DENGAN MINYAK KASTURI, KEMUDIAN DIBACAKAN DOA NURBUAT SEBANYAK 100 KALI, TIUPKAN, CUKUP SEPERTI ITU SUDAH SEMPURNA AKTIF SIAP PAKAI BISA DIUJI.
"Sekedar berbagi ilmu, belajar bersama, bukan dimaharkan ilmunya melainkan gratis, begitu juga benda dan pusaka sekedar pembelajaran bukan untuk dimaharkan".
Semoga berkah dan manfaat untuk sesama Aamiin...!
Mustika atau amalan aji, japa, mantra hanyalah sarana karya Tuhan yang terciptanya, kebangkitanya di lintaskan dalam akal pikiran, keyakinan dan kesadaran manusia, bukan berhala, bukan kemusrikan, sesungguhnya berhala & kemusrikan ada dalam hati kita Masing-masing yang memuja kesombangan dan ego.
Semoga bermanfaat untuk semua pembaca.....Aamiin..!
Alhamdulillahi Robbil Aalamiin, setelah belajar 17 tahun di dunia pusaka & mustika, sarana tradisi, tuah, saat ini kami (Joko Dayu) berniat untuk membagikan hasil belajar kami. Tentunya ya belajar bersama, karena tidak ada kesempurnaan dalam belajar meskipun sampai mati nanti. Dari itu, kami mengajak saudara untuk belajar bersama menemani kami!
Dari perjalanan menggali wawasan tentunya sangat membutuhkan kesabaran, keikhlasan jangka panjang, mencari contoh barang, kemudian mendalami mestinya membutuhkan pendalaman yang lama sebelum menguasai dan sebelum terbiasa. Berbeda ketika sudah lama mendalami, akhirnya sangat terbiasa untuk menjiwai baik itu pusaka maupun mustika.
Penuh lika-liku yang melibatkan keyakinan, hingga membuat keyakinan itu sendiri dalam kondisi kritis harus menjajaki dalamnya filosofi, histori, dan lain sebagainya tentang pusaka dan mustika. Dalam keadaan yang tidak menentu itulah keyakinan mencari sandaran untuk memutuskan sesuatu yang telah diteliti dan didalami, dan sandaran itu adalah kesadaran yang penuh ketenangan tanpa ego penilaian luar, namun mementingkan batiniyah. Repot merepotkan, namun sungguh menyenangkan, karena menjadi tantangan spiritual yang melibatkan material juga harus seimbang keduanya.
Menyeimbangkan akal pikiran sampai keyakinan hingga dengan kesadaran pribadi berani memutuskan. Mengajak belajar bukan berarti kami menguasai semuanya, justru dengan menulis kami mendapatkan ingatan-ingatan kami kembali yang telah lama terlupakan; menulis sambil belajar, sambil mengingat, mengembangkan wawasan.
Bukan berlebihan dalam penyampaian. Semua akan kami tulis dengan teliti tanpa mengada-ngada yang bisa menimbulkan kesan berlebihan, semua sesuai hati saja, agar tidak menimbulkan keyakinan semu ataupun harapan palsu. Belajar adalah upaya kita untuk melestarikan dengan kesungguhan hati tanpa direkayasa dengan rasa.
Kami berharap kita bisa menjadi golongan yang tidak melupakan karya leluhur, golongan yang bisa menghormati karya leluhur juga karya cipta Sang Maha Kuasa. Dengan belajar kita akan mengerti tentangnya serta nilainya, sehingga rasa hormat memadai tanpa ada rasa menyia-nyiakan sesuatu yang berharga, inilah keadilan tanpa kedzaliman.
Kami harap sedikit kata ini bisa mengantarkan apa yang menjadi tujuan kami untuk bisa dimengerti oleh para dulur semua yang hendak ikut belajar dalam naungan kami. Aamiin….!
Wassalamualaikum Wr. Wb.
JOKO DAYU

Komentar
Posting Komentar