KEAMPUHAN KERIS PAMENGKANG JAGAD
Keris Pamengkang Jagad atau pusaka Pamengkang Jagad memang menjadi perdebatan di kalangan para pecinta pusaka. Ada sebagian yang mengatakan bahwa Pamengkang Jagad adalah pusaka yang cacat; hal ini diyakini oleh para pecinta seni. Dikatakan pula oleh mereka kalau keris Pamengkang Jagad merupakan keris yang punya tuah tinggi. Hal itu karena seorang pedagang pusaka agar pusakanya yang nyeleneh itu terjual dengan harga yang layak—lebih mahal daripada keris yang sempurna. Perbedaan pendapat itu juga sesuatu hal yang wajar, karena sebuah pengetahuan itu tentunya berbeda-beda, tentang luasnya pengetahuan dan juga tingginya pengetahuan.
Ada pula yang berpendapat bahwa Pamengkang Jagad adalah pusaka impian, karena keris Pamengkang Jagad ini sebenarnya bagi para pecinta khazanah atau tuah, khasiat daripada pusaka. Dikatakan bahwa pusaka Pamengkang Jagad ini justru menjadi pusaka yang diidolakan oleh banyak orang, karena merupakan pusaka yang nyolowedi dengan tuah yang penuh dengan keajaiban.
Begitu pula penulis atau kami, ya Joko Dayu, di sini memaparkan tentang keris Pamengkang Jagad sesuai yang kami pelajari selama ini. Kami, Joko Dayu, ini adalah pecinta seni dan juga tuah daripada pusaka. Kami paparkan bahwa pusaka Pamengkang Jagad ini memang sangat layak untuk diidolakan. Meskipun begitu, kita juga harus bisa membedakan antara pusaka yang biasa, di bawah standar, kelas menengah, kelas atas, tentunya juga berbeda dari segi tuah dan isinya.
Kami mengatakan bahwa Pamengkang Jagad itu diidolakan, karena sebenarnya Pamengkang Jagad ini memiliki banyak rahasia yang sangat patut untuk dibanggakan. Memang seolah Pamengkang itu pusaka cacat yang penempaannya seolah kurang rapat, penempaannya kurang matang, sehingga besi itu pecah karena ada pamor adek. Akan tetapi, kita juga harus tahu kenapa besi itu sampai bisa pecah/membuka menjadi Pamengkang Jagad. Tentunya itu bukan sesuatu hal yang kebetulan, tetapi semua sudah direncanakan oleh Allah SWT agar menjadi sebuah benda yang benar-benar bermanfaat bagi mereka yang mengerti tentangnya, mengerti cara memanfaatkan benda tersebut.
Keajaiban dan Tuah Pamengkang Jagad
Pusaka Pamengkang Jagad ini, seperti yang kita ketahui, bahwa orang yang memiliki keris Pamengkang Jagad itu akan memiliki banyak tanah karena disukai oleh ruh daripada tanah, sehingga lebih mudah untuk membeli tanah. Dia punya rezeki dan punya jodoh untuk memiliki tanah yang akan dijual oleh orang lain di sekitarnya bisa menjadi milik kita. Begitu pula ketika kita ingin membeli tanah atau menjual tanah, biasanya itu ujung daripada pusaka bisa digoreskan ke tanah dengan niat agar laku sekian atau agar dijual ke saya sekian. Nanti setelah dia mau menjual tanah tersebut itu sesuai kehendak kita dan tidak ada orang yang berani menawar di atas kita. Itulah keajaiban daripada pusaka Pamengkang Jagad yang masyhur selama ini dikenal untuk hal-hal semacam itu.
Selain daripadanya, bahwa pusaka Pamengkang Jagad ini memiliki tuah Combong Jagad Binangun yang mana itu adalah sebuah pengasihan yang menyeluruh atau pengasihan umum secara mutlak.
Yang teristimewa paling baik daripada tuah Pamengkang Jagad itu adalah mampu memindah atau mengunci pulung dengan cara tancapkan ujung keris ke bengkok (sawah milik desa) yang dikelola lurah atau kepala desa. Bila ada bengkoknya, dipindah ditaruh di rumah, bisa ditanam di rumah dan dikurung, bisa menggunakan doa pusaka atau cukup menggunakan doa sesuai keyakinan masing-masing yang diyakini oleh spiritual setempat.
Tentang Pulung
Kenapa harus pulung harus dipindah? Karena begini... siapapun yang rumahnya kejatuhan pulung dialah yang menjadi lurah. Ketika ada perebutan lurah atau ada pencalonan lurah dan itu tidak bisa diganggu gugat, memang seperti itu. Meskipun yang dikatakan atau dinyatakan oleh banyak orang akan kalah, tapi ketika pulung itu sudah jatuh di tempatnya, maka entah bagaimana caranya dia itu bisa membalikkan keadaan. Dan kita harus tahu juga, kita harus mengerti, bahwa banyak keris, beribu-ribu keris yang lebih baik daripada Pamengkang Jagad, akan tetap tidak mampu untuk memindahkan atau menarik pulung lurah dan sejenisnya. Hanya Pamengkang Jagad-lah yang mampu bekerja untuk melakukan itu semua. Bahkan kalau nilai keris yang maharnya 1.000 kali lipat pun tidak bisa memindah pulung, karena memang tentang pulung hanya Pamengkang Jagad yang mampu untuk melakukannya.
Lalu apa sih sebenarnya pulung itu hingga dikatakan sebagai sesuatu yang penentu daripada kemenangan pencalonan lurah dan sejenisnya? Pulung dikatakan ini adalah trah atau wahyu keprabon yang dimiliki desa tersebut. Apabila pulung itu atau yang merupakan wahyu keprabon-nya itu jatuh atau bertempat di rumah salah satu calon, maka calon itulah yang akan menang.
Cara Mengaktifkan
Tentunya pusaka Pamengkang Jagad yang dimaksud adalah yang mana pusakanya itu sudah aktif, bukan Pamengkang Jagad yang tidak aktif atau hanya aktif beberapa persen saja seperti yang sering kita temui. Dari itu, kalau kita menemukan pusaka Pamengkang Jagad agar aktif secara menyeluruh, kita membutuhkan minyak 9 jenis untuk kita oleskan merata, kemudian bacakan "Ya Hayyu Ya Qoyyum, Kumaraning Wesi Aji Hayo Tangio" sebanyak 1.244 atau 17.000 atau 41.000 kali, bisa berangsur. Setelah selesai dibacakan, bungkus dengan kain putih, kemudian setelah 3 hari 3 malam baru dibuka dan dimasukkan ke warangkanya kembali. Inilah cara kita untuk mengaktifkan pusaka yang tidak aktif agar bermanfaat sesuai harapan diciptakannya pusaka tersebut.
"Sekedar berbagi ilmu, belajar bersama, bukan dimaharkan ilmunya melainkan gratis, begitu juga benda dan pusaka sekedar pembelajaran bukan untuk dimaharkan."
Semoga berkah dan manfaat untuk sesama. Aamiin!
Mustika atau amalan aji, japa, mantra hanyalah sarana karya Tuhan yang terciptanya, kebangkitannya dilintaskan dalam akal pikiran, keyakinan, dan kesadaran manusia, bukan berhala, bukan kemusyrikan. Sesungguhnya berhala dan kemusyrikan ada dalam hati kita masing-masing yang memuja kesombongan dan ego.
Semoga bermanfaat untuk semua pembaca. Aamiin!
"Mari terus belajar untuk mendalami tinggalan leluhur serta karya Tuhan yang tiada batas, dengan belajarlah kita akan berilmu untuk bisa menilai, mengerti, karena hanya dengan mengerti kita bisa mencintai, dengan mencintai pula kita akan ada keinginan untuk menjaga agar lestari."
Alhamdulillahi Robbil Aalamiin, setelah belajar 17 tahun di dunia pusaka dan mustika, sarana tradisi, tuah, saat ini kami (Joko Dayu) berniat untuk membagikan hasil belajar kami. Tentunya ya belajar bersama, karena tidak ada kesempurnaan dalam belajar meskipun sampai mati nanti. Dari itu, kami mengajak saudara untuk belajar bersama menemani kami!
Dari perjalanan menggali wawasan tentunya sangat membutuhkan kesabaran, keikhlasan jangka panjang, mencari contoh barang, kemudian mendalami mestinya membutuhkan pendalaman yang lama sebelum menguasai dan sebelum terbiasa. Berbeda ketika sudah lama mendalami, akhirnya sangat terbiasa untuk menjiwai baik itu pusaka maupun mustika.
Penuh lika-liku yang melibatkan keyakinan, hingga membuat keyakinan itu sendiri dalam kondisi kritis harus menjajaki dalamnya filosofi, histori, dan lain sebagainya tentang pusaka dan mustika. Dalam keadaan yang tidak menentu itulah keyakinan mencari sandaran untuk memutuskan sesuatu yang telah diteliti dan didalami, dan sandaran itu adalah kesadaran yang penuh ketenangan tanpa ego penilaian luar, namun mementingkan batiniyah. Repot merepotkan, namun sungguh menyenangkan, karena menjadi tantangan spiritual yang melibatkan material juga harus seimbang keduanya.
Menyeimbangkan akal pikiran sampai keyakinan hingga dengan kesadaran pribadi berani memutuskan. Mengajak belajar bukan berarti kami menguasai semuanya, justru dengan menulis kami mendapatkan ingatan-ingatan kami kembali yang telah lama terlupakan; menulis sambil belajar, sambil mengingat, mengembangkan wawasan.
Bukan berlebihan dalam penyampaian. Semua akan kami tulis dengan teliti tanpa mengada-ngada yang bisa menimbulkan kesan berlebihan, semua sesuai hati saja, agar tidak menimbulkan keyakinan semu ataupun harapan palsu. Belajar adalah upaya kita untuk melestarikan dengan kesungguhan hati tanpa direkayasa dengan rasa.
Kami berharap kita bisa menjadi golongan yang tidak melupakan karya leluhur, golongan yang bisa menghormati karya leluhur juga karya cipta Sang Maha Kuasa. Dengan belajar kita akan mengerti tentangnya serta nilainya, sehingga rasa hormat memadai tanpa ada rasa menyia-nyiakan sesuatu yang berharga, inilah keadilan tanpa kezaliman.
Kami harap sedikit kata ini bisa mengantarkan apa yang menjadi tujuan kami untuk bisa dimengerti oleh para dulur semua yang hendak ikut belajar dalam naungan kami. Aamiin!
Wassalamualaikum Wr. Wb.
JOKO DAYU

Komentar
Posting Komentar