TUAH TARING MACAN
Taring macan sebenarnya bukanlah benda yang punya aura panas, melainkan sebaliknya. Karena taring macan ini adalah perlambang sosok raja yang bijaksana, sangat damai menundukkan, tanpa ada aura-aura yang beringasan atau aura panas, sehingga ketika memakai taring macan pun tidak ada efek yang membuat kita mudah marah atau lain sebagainya. Memang taring macan ini kalau orang-orang tua dulu menyebutnya "Kyai Macan", ya boleh juga disebut seperti itu.
Kata guru saya, punya taring macan yang sudah aktif itu hidupnya tidak susah, apa yang menjadi keinginannya tercapai. Laksana raja yang hanya berdiam berpikir di rumah saja; makanan, harta, tahta, wanita semua datang tanpa harus dikejar. Aura sebaik itu akan mempengaruhi sang pemakai sehingga yang memakai taring macan itu akan punya kehidupan yang layak, perbawa yang sangat kuat, tenaga dalam yang terbangkitkan dengan baik, kekuatan-kekuatan dalam diri yang tidak bangkit akan terbangkitkan dan punya gairah, greget untuk terpancar keluar, sehingga membawa kemanfaatan bagi pemakainya.
Memang aura taring macan ini besar, menakutkan, tetapi tidak ganas. Tidak ganas bermaksud tidak beringasan yang akan membuat pemiliknya itu tidak terkontrol atau mudah marah. Justru dengan membawa taring macan itu menjadi sosok yang penuh perhitungan, tidak gerusa-grusu atau tidak buru-buru dalam menyelesaikan berbagai masalah, mengambil keputusan, ketenangan jiwa, serta gertak yang kuat; menggertak orang bisa bergetar sukmanya.
Pemilik tulang taring harimau/taring macan akan benar-benar mempunyai kekuatan fisik yang baik, karena taring macan ini bisa menguatkan daya tahan tubuh. Kekuatan-kekuatan yang seharusnya belum muncul dalam diri benar-benar akan muncul untuk bereaksi menyalurkan segala energi kekuatan ke pemakainya. Menghancurkan seluruh kesialan dalam diri berganti dengan aura keberuntungan. Aura yang terkandung dalam taring macan bisa membangkitkan keberanian ke dalam diri pemakainya dan mengikis rasa takut rasa ragu yang dimiliki oleh pemakainya.
Mandi Harimau
Ada juga istilah mandi harimau untuk membangkitkan bibit-bibit spiritual di dalam diri. Caranya:
Rendam taring dalam air 1 ember + 47 lembar daun salam. Diamkan selama 1 jam, lalu gunakan untuk mandi.
DOA PEMBANGKIT:
"Allahumma Teguh Rahayu Langgeng Ahu Bis Wilujeng" (99x)
"Sekedar berbagi ilmu, belajar bersama, bukan dimaharkan ilmunya melainkan gratis, begitu juga benda dan pusaka sekedar pembelajaran bukan untuk dimaharkan".
Semoga berkah dan manfaat untuk sesama Aamiin...!
Wawasan Belajar Bersama (Joko Dayu)
Alhamdulillahi Robbil Aalamiin, setelah belajar 17 tahun di dunia pusaka & mustika, sarana tradisi, tuah, saat ini kami (Joko Dayu) berniat untuk membagikan hasil belajar kami. Tentunya ya belajar bersama, karena tidak ada kesempurnaan dalam belajar meskipun sampai mati nanti. Dari itu, kami mengajak saudara untuk belajar bersama menemani kami!
Dari perjalanan menggali wawasan tentunya sangat membutuhkan kesabaran, keikhlasan jangka panjang, mencari contoh barang, kemudian mendalami mestinya membutuhkan pendalaman yang lama sebelum menguasai dan sebelum terbiasa. Berbeda ketika sudah lama mendalami, akhirnya sangat terbiasa untuk menjiwai baik itu pusaka maupun mustika.
Penuh lika-liku yang melibatkan keyakinan, hingga membuat keyakinan itu sendiri dalam kondisi kritis harus menjajaki dalamnya filosofi, histori, dan lain sebagainya tentang pusaka dan mustika. Dalam keadaan yang tidak menentu itulah keyakinan mencari sandaran untuk memutuskan sesuatu yang telah diteliti dan didalami, dan sandaran itu adalah kesadaran yang penuh ketenangan tanpa ego penilaian luar, namun mementingkan batiniyah. Repot merepotkan, namun sungguh menyenangkan, karena menjadi tantangan spiritual yang melibatkan material juga harus seimbang keduanya.
"Mustika atau amalan aji, japa, mantra hanyalah sarana karya Tuhan yang terciptanya, kebangkitanya di lintaskan dalam akal pikiran, keyakinan dan kesadaran manusia, bukan berhala, bukan kemusrikan, sesungguhnya berhala & kemusrikan ada dalam hati kita masing-masing yang memuja kesombongan dan ego."
Semoga bermanfaat untuk semua pembaca..... Aamiin..!
"Mari terus belajar untuk mendalami tinggalan leluhur serta karya Tuhan yang tiada batas, dengan belajarlah kita akan ber ilmu untuk bisa menilai, mengerti, karena hanya dengan mengerti kita bisa mencintai, dengan mencintai pula kita akan ada keinginan untuk menjaga agar lestari."
Wassalamualaikum Wr. Wb.
JOKO DAYU
Komentar
Posting Komentar