TUAH TARING BUAYA
Taring buaya yang satu ini punya sesuatu yang istimewa untuk menolak balak, tangkal walak atau disebut juga sebagai ajimat pelebur balak dan merupakan sebuah benda yang memiliki tuah tinggi untuk berbagai hal termasuk untuk kekebalan. Untuk pengobatan sangat bagus sekali, sebenarnya digunakan untuk pengobatan yang daya pengobatannya bagus, cukup dipakai kalung saja atau cukup direndam di dalam air 15 menit, airnya bisa diminumkan. Setelah kami selidiki dengan kacamata magic, memang secara spiritual punya daya pengobatan yang cukup baik, juga punya perbawa yang tinggi, kekuatan yang tinggi.
Taring buaya apabila sering digunakan akan membangkitkan energi besi dalam tubuh pemakainya. Taring buaya memang lebih banyak daripada taring harimau, akan tetapi manfaat daripada taring buaya sendiri itu juga cukup menarik; apabila sudah dibangkitkan maka kekuatan cakaran dan kekuatan kaki pemiliknya itu akan sangat kuat ketika sedang dalam keadaan membutuhkan. Binatang-binatang buas atau berbisa ketika kita memakai taring ini, maka pada takut, tunduk, dan menghindar.
Apabila ada orang yang terkena santet tidak bisa diobati, maka bisa diambilkan sedikit serbuk taring buaya tersebut, bisa digores pakai pisau atau pakai kaca nanti dicampur dengan madu dan diminumkan. Itu secara alami akan menyembuhkan berbagai penyakit santet yang sudah sulit diobati. Yang sulit saja bisa diobati, apalagi yang mudah.
Membangkitkan Taring Buaya
Untuk membangkitkan taring buaya itu tidaklah sulit, caranya adalah:
RENDAM DENGAN AIR DARI 7 SUMBER
Lakukan perendaman selama 3 hari 3 malam. Dengan cara ini taring sudah aktif dan tidak perlu menggunakan doa khusus.
"Sekedar berbagi ilmu, belajar bersama, bukan dimaharkan ilmunya melainkan gratis, begitu juga benda n pusaka sekedar pembelajaran bukan untuk dimaharkan".
Semoga berkah dan manfaat untuk sesama Aamiin...!
Wawasan Belajar Bersama (Joko Dayu)
Alhamdulillahi Robbil Aalamiin, setelah belajar 17 tahun di dunia pusaka & mustika, sarana tradisi, tuah, saat ini kami (Joko Dayu) berniat untuk membagikan hasil belajar kami. Tentunya ya belajar bersama, karena tidak ada kesempurnaan dalam belajar meskipun sampai mati nanti. Dari itu, kami mengajak saudara untuk belajar bersama menemani kami!
Dari perjalanan menggali wawasan tentunya sangat membutuhkan kesabaran, keikhlasan jangka panjang, mencari contoh barang, kemudian mendalami mestinya membutuhkan pendalaman yang lama sebelum menguasai dan sebelum terbiasa. Berbeda ketika sudah lama mendalami, akhirnya sangat terbiasa untuk menjiwai baik itu pusaka maupun mustika.
Penuh lika-liku yang melibatkan keyakinan, hingga membuat keyakinan itu sendiri dalam kondisi kritis harus menjajaki dalamnya filosofi, histori, dan lain sebagainya tentang pusaka dan mustika. Dalam keadaan yang tidak menentu itulah keyakinan mencari sandaran untuk memutuskan sesuatu yang telah diteliti dan didalami, dan sandaran itu adalah kesadaran yang penuh ketenangan tanpa ego penilaian luar, namun mementingkan batiniyah. Repot merepotkan, namun sungguh menyenangkan, karena menjadi tantangan spiritual yang melibatkan material juga harus seimbang keduanya.
Menyeimbangkan akal pikiran sampai keyakinan hingga dengan kesadaran pribadi berani memutuskan. Mengajak belajar bukan berarti kami menguasai semuanya, justru dengan menulis kami mendapatkan ingatan-ingatan kami kembali yang telah lama terlupakan; menulis sambil belajar, sambil mengingat, mengembangkan wawasan.
Bukan berlebihan dalam penyampaian. Semua akan kami tulis dengan teliti tanpa mengada-ngada yang bisa menimbulkan kesan berlebihan, semua sesuai hati saja, agar tidak menimbulkan keyakinan semu ataupun harapan palsu. Belajar adalah upaya kita untuk melestarikan dengan kesungguhan hati tanpa direkayasa dengan rasa.
Mustika atau amalan aji, japa, mantra hanyalah sarana karya Tuhan yang terciptanya, kebangkitanya di lintaskan dalam akal pikiran, keyakinan dan kesadaran manusia, bukan berhala, bukan kemusrikan, sesungguhnya berhala & kemusrikan ada dalam hati kita Masing-masing yang memuja kesombangan dan ego.
Kami berharap kita bisa menjadi golongan yang tidak melupakan karya leluhur, golongan yang bisa menghormati karya leluhur juga karya cipta Sang Maha Kuasa. Dengan belajar kita akan mengerti tentangnya serta nilainya, sehingga rasa hormat memadai tanpa ada rasa menyia-nyakan sesuatu yang berharga, inilah keadilan tanpa kedzaliman.
"Mari terus belajar untuk mendalami tinggalan leluhur serta karya Tuhan yang tiada batas, dengan belajarlah kita akan ber ilmu untuk bisa menilai, mengerti, karena hanya dengan mengerti kita bisa mencintai, dengan mencintai pula kita akan ada keinginan untuk menjaga agar lestari".
Kami harap sedikit kata ini bisa mengantarkan apa yang menjadi tujuan kami untuk bisa dimengerti oleh para dulur semua yang hendak ikut belajar dalam naungan kami. Aamiin….!
Wassalamualaikum Wr. Wb.
JOKO DAYU
Komentar
Posting Komentar