TUAH KERIS KOLO BALIK
Kolo Balik merupakan keris langka yang jarang sekali dijumpai. Sekilas dengan mendengarkan namanya, kita akan berandai bahwa Kolo Balik adalah keris yang spesial untuk membalikkan sengkolo atau kejahatan, akan tetapi sesungguhnya Keris Kolo Balik adalah keris pendudukan. Maknanya adalah ketika menduduki suatu wilayah yang baru atau pindah di tempat yang baru.
Kalau dulu untuk perebutan wilayah, maka bawa Keris Kolo Balik agar masyarakat itu mau sarujuk untuk menerima, bersatu, dan tidak ada upaya pemberontakan. Bahkan wilayah itu bisa dikuasai dengan sangat baik. Kedudukan yang kokoh untuk menempati suatu jabatan atau kedudukan yang ada di pemerintahan atau di masyarakat agar tidak tergoyahkan oleh orang-orang yang memusuhi atau orang yang ingin merusak. Ini berarti Keris Kolo Balik merupakan sebuah keris yang bisa menguatkan suatu kedudukan tanpa tergoyahkan, menghindarkan diri dari segala kerusakan, dan merusak segala yang ingin membuat kerusakan.
Dari itu, Keris Kolo Balik juga dimaknai sebagai pusaka penunjuk segala jalan ketika kita dalam segala kesulitan. Apapun kesulitannya akan mendapatkan jalan keluar. Siapapun yang menyulitkan akan tersudut tidak bisa keluar, terjebak dalam lingkaran niat jahatnya sendiri.
Perihal Pembangkitan
Sekarang tuah yang mendalam dari Keris Kolo Balik sudah kita ketahui, lalu bagaimana cara kita membangkitkan pusaka ini?
SUDAH AKTIF 100%
Perlu diketahui bahwa setelah dijumpai, Keris Kolo Balik sudah aktif 100% ketika ditemukan. Jadi yang punya keris ini tidak perlu dibangkitkan kembali. Pusaka ini punya keunikan tersendiri dengan tuah kebangkitan yang utuh tanpa kurang suatu apa pun.
"Sekedar berbagi ilmu, belajar bersama, bukan dimaharkan ilmunya melainkan gratis, begitu juga benda dan pusaka sekedar pembelajaran bukan untuk dimaharkan".
Semoga berkah dan manfaat untuk sesama Aamiin...!
Wawasan Belajar Bersama (Joko Dayu)
Alhamdulillahi Robbil Aalamiin, setelah belajar 17 tahun di dunia pusaka & mustika, sarana tradisi, tuah, saat ini kami (Joko Dayu) berniat untuk membagikan hasil belajar kami. Tentunya ya belajar bersama, karena tidak ada kesempurnaan dalam belajar meskipun sampai mati nanti. Dari itu, kami mengajak saudara untuk belajar bersama menemani kami!
Dari perjalanan menggali wawasan tentunya sangat membutuhkan kesabaran, keikhlasan jangka panjang, mencari contoh barang, kemudian mendalami mestinya membutuhkan pendalaman yang lama sebelum menguasai dan sebelum terbiasa. Berbeda ketika sudah lama mendalami, akhirnya sangat terbiasa untuk menjiwai baik itu pusaka maupun mustika.
Penuh lika-liku yang melibatkan keyakinan, hingga membuat keyakinan itu sendiri dalam kondisi kritis harus menjajaki dalamnya filosofi, histori, dan lain sebagainya tentang pusaka dan mustika. Dalam keadaan yang tidak menentu itulah keyakinan mencari sandaran untuk memutuskan sesuatu yang telah diteliti dan didalami, dan sandaran itu adalah kesadaran yang penuh ketenangan tanpa ego penilaian luar, namun mementingkan batiniyah. Repot merepotkan, namun sungguh menyenangkan, karena menjadi tantangan spiritual yang melibatkan material juga harus seimbang keduanya.
Menyeimbangkan akal pikiran sampai keyakinan hingga dengan kesadaran pribadi berani memutuskan. Mengajak belajar bukan berarti kami menguasai semuanya, justru dengan menulis kami mendapatkan ingatan-ingatan kami kembali yang telah lama terlupakan; menulis sambil belajar, sambil mengingat, mengembangkan wawasan.
Bukan berlebihan dalam penyampaian. Semua akan kami tulis dengan teliti tanpa mengada-ngada yang bisa menimbulkan kesan berlebihan, semua sesuai hati saja, agar tidak menimbulkan keyakinan semu ataupun harapan palsu. Belajar adalah upaya kita untuk melestarikan dengan kesungguhan hati tanpa direkayasa dengan rasa.
Mustika atau amalan aji, japa, mantra hanyalah sarana karya Tuhan yang terciptanya, kebangkitanya di lintaskan dalam akal pikiran, keyakinan dan kesadaran manusia, bukan berhala, bukan kemusrikan, sesungguhnya berhala & kemusrikan ada dalam hati kita masing-masing yang memuja kesombongan dan ego.
Kami berharap kita bisa menjadi golongan yang tidak melupakan karya leluhur, golongan yang bisa menghormati karya leluhur juga karya cipta Sang Maha Kuasa. Dengan belajar kita akan mengerti tentangnya serta nilainya, sehingga rasa hormat memadai tanpa ada rasa menyia-nyakan sesuatu yang berharga, inilah keadilan tanpa kedzaliman.
"Mari terus belajar untuk mendalami tinggalan leluhur serta karya Tuhan yang tiada batas, dengan belajarlah kita akan ber ilmu untuk bisa menilai, mengerti, karena hanya dengan mengerti kita bisa mencintai, dengan mencintai pula kita akan ada keinginan untuk menjaga agar lestari".
Kami harap sedikit kata ini bisa mengantarkan apa yang menjadi tujuan kami untuk bisa dimengerti oleh para dulur semua yang hendak ikut belajar dalam naungan kami. Aamiin….!
Wassalamualaikum Wr. Wb.
JOKO DAYU

Komentar
Posting Komentar