Langsung ke konten utama

Tuah Batu Cincin Combong

TUAH BATU CINCIN COMBONG

Batu Combong merupakan batu yang berlubang tembus secara alami yang juga mempunyai khasiat secara alami. Ia mampu membuka aura kecantikan atau ketampanan agar tampak lebih menarik dari sebelumnya, serta memancarkan karisma serta daya tarik dari dalam diri sang pemakai. Batu ini juga menambah kepercayaan diri dan keberanian, membuat pemiliknya disukai dalam pergaulan dan sosialisasi, terutama dengan lawan jenis.

Batu ini mampu merubah serta mempengaruhi keadaan di sekeliling pemakai agar siapa pun yang berinteraksi merasa nyaman dan tentram. Anda akan makin dikasihi dan disayangi oleh semua orang di semua lingkungan, termasuk lingkungan kerja dan masyarakat. Menjadi pusat perhatian lewat pancaran aura yang menyenangkan dan mengundang kekaguman.

"Merubah kekurangan menjadi kelebihan yang membuat Anda tampak berbeda, mengubah yang benci jadi sayang, dan yang sayang akan lebih menyayangi pemiliknya."

Batu combong diberkahi dengan kemampuan untuk menaklukkan hati hanya dengan menatap mata atau memperdengarkan suaranya, mampu menarik simpati dan kepercayaan orang lain. Ia menyerap perhatian siapa pun yang mendengarkan perkataan Anda, sehingga batu combong cocok dimiliki para motivator, tokoh masyarakat, hingga pengajar yang sehari-harinya tampil dan berbicara di depan banyak orang.

Berfungsi juga sebagai sarana pelaris, terutama bagi Anda yang berkecimpung di dunia hiburan seperti penyanyi, presenter, penari, dan pelaku seni. Batu combong memancarkan aura kewibawaan dan membantu menghilangkan segala macam kesialan serta ketidakberuntungan dalam segala hal.

Begitu menariknya sehingga membuat kita para pembaca ingin mencari batu combong untuk menjadi piranti unggulan.Ttapi tidak sebatas itu saja, batu combong harus dibangkitkan. 

Tata Cara Pembangkitan

Agar tuahnya benar-benar tinggi, berkelas, dan bisa dibuktikan, batu combong harus dibangkitkan dengan cara:

RENDAM DENGAN MINYAK MISIK HITAM
Bacakan "Buduhun" sebanyak 9.999 kali

Setelah selesai membaca, biarkan batu terendam di dalam minyak selama 3 hari 3 malam untuk hasil yang sempurna.

"sekedar berbagi ilmu, belajar bersama, bukan dimaharkan ilmunya melainkan gratis, begitu juga benda dan pusaka sekedar pembelajaran bukan untuk dimaharkan".

Semoga berkah dan manfaat untuk sesama Aamiin...!


Wawasan Belajar Bersama (Joko Dayu)

Alhamdulillahi Robbil Aalamiin, setelah belajar 17 tahun di dunia pusaka & mustika, sarana tradisi, tuah, saat ini kami (Joko Dayu) berniat untuk membagikan hasil belajar kami. Tentunya ya belajar bersama, karena tidak ada kesempurnaan dalam belajar meskipun sampai mati nanti. Dari itu, kami mengajak saudara untuk belajar bersama menemani kami!

Dari perjalanan menggali wawasan tentunya sangat membutuhkan kesabaran, keikhlasan jangka panjang, mencari contoh barang, kemudian mendalami mestinya membutuhkan pendalaman yang lama sebelum menguasai dan sebelum terbiasa. Berbeda ketika sudah lama mendalami, akhirnya sangat terbiasa untuk menjiwai baik itu pusaka maupun mustika.

Penuh lika-liku yang melibatkan keyakinan, hingga membuat keyakinan itu sendiri dalam kondisi kritis harus menjajaki dalamnya filosofi, histori, dan lain sebagainya tentang pusaka dan mustika. Dalam keadaan yang tidak menentu itulah keyakinan mencari sandaran untuk memutuskan sesuatu yang telah diteliti dan didalami, dan sandaran itu adalah kesadaran yang penuh ketenangan tanpa ego penilaian luar, namun mementingkan batiniyah. Repot merepotkan, namun sungguh menyenangkan, karena menjadi tantangan spiritual yang melibatkan material juga harus seimbang keduanya.

Menyeimbangkan akal pikiran sampai keyakinan hingga dengan kesadaran pribadi berani memutuskan. Mengajak belajar bukan berarti kami menguasai semuanya, justru dengan menulis kami mendapatkan ingatan-ingatan kami kembali yang telah lama terlupakan; menulis sambil belajar, sambil mengingat, mengembangkan wawasan.

Bukan berlebihan dalam penyampaian. Semua akan kami tulis dengan teliti tanpa mengada-ngada yang bisa menimbulkan kesan berlebihan, semua sesuai hati saja, agar tidak menimbulkan keyakinan semu ataupun harapan palsu. Belajar adalah upaya kita untuk melestarikan dengan kesungguhan hati tanpa direkayasa dengan rasa.

Mustika atau amalan aji, japa, mantra hanyalah sarana karya Tuhan yang terciptanya, kebangkitanya di lintaskan dalam akal pikiran, keyakinan dan kesadaran manusia, bukan berhala, bukan kemusrikan, sesungguhnya berhala & kemusrikan ada dalam hati kita masing-masing yang memuja kesombongan dan ego.

Kami berharap kita bisa menjadi golongan yang tidak melupakan karya leluhur, golongan yang bisa menghormati karya leluhur juga karya cipta Sang Maha Kuasa. Dengan belajar kita akan mengerti tentangnya serta nilainya, sehingga rasa hormat memadai tanpa ada rasa menyia-nyakan sesuatu yang berharga, inilah keadilan tanpa kedzaliman.

"Mari terus belajar untuk mendalami tinggalan leluhur serta karya Tuhan yang tiada batas, dengan belajarlah kita akan ber ilmu untuk bisa menilai, mengerti, karena hanya dengan mengerti kita bisa mencintai, dengan mencintai pula kita akan ada keinginan untuk menjaga agar lestari".

Kami harap sedikit kata ini bisa mengantarkan apa yang menjadi tujuan kami untuk bisa dimengerti oleh para dulur semua yang hendak ikut belajar dalam naungan kami. Aamiin….!

Wassalamualaikum Wr. Wb.
JOKO DAYU

Komentar