TUAH AZIMAT STAMBUL
Jimat Stambul merupakan jimat kelas paling tinggi, paling banyak khodamnya sejagat raya (bagi yang aktif full), serta paling lengkap khasiatnya. Stambul adalah kitab Al-Qur'an yang sudah diperkecil sebanyak 30 juz secara lengkap. Semua ilmu pengetahuan dan kekuatan tidak lepas dari ini; semuanya tertuang di sini.
Akal pikiran manusia mungkin tidak akan pernah sampai untuk menjangkaunya karena terlalu luas dan besarnya; dipikirkan seumur hidup pun tidak akan pernah selesai. Ia tidak bisa dibandingkan dengan jimat apa pun. Inilah satu-satunya jimat pamungkas yang memang benar-benar pamungkas. Tentangannya merupakan suatu hal yang teramat besar di dunia ini, yang mana azimat ini bisa kita gunakan untuk khasiat apa pun tanpa terkecuali.
Jika ada jimat untuk pagar benteng sebanyak 1.000 benteng, maka di sini puluhan ribu kali lipat daripada itu. Tuahnya tak terbatas sepanjang masa untuk menemani kita berjuang setiap hari dalam keadaan apa pun. Ketika diadu dengan santet apa pun, bahkan 10.000 santet, jin, siluman, dan lain-lain sekaligus, tidak akan mengalahkan kekuatan azimat ini. Sudah teruji secara nyata.
Inilah raja-rajanya jimat sejagat raya yang mengandung bermiliar-miliar hingga triliunan rahasia langit tanpa batas. Lautan hikmah spiritual gaib sejagat raya tidak akan pernah bisa membandingi azimat ini; bisa dikatakan lautan tersebut hanya sepersejutanya saja. Rahasia yang tidak pernah habis untuk digali, kekuatan yang tidak pernah tertandingi di mana pun.
Praktek-praktek ilmu hikmah spiritual gaib itu hanya sedikit dari bagian zimat ini .Khazanah Pembangkitan
Apabila ingin membangkitkan khodam-khodam secara hikmah untuk mendapatkan khazanah daripada azimat ini, berikut adalah tata caranya:
Kemudian dibacakan Qalbul Qur'an.
Masing-masing dibaca sebanyak 7 kali.
Estimasi pembacaan sekitar 1 jam selesai jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.
"sekedar berbagi ilmu, belajar bersama, bukan dimaharkan ilmunya melainkan gratis, begitu juga benda n pusaka sekedar pembelajaran bukan untuk dimaharkan".
Semoga berkah dan manfaat untuk sesama Aamiin...!
Wawasan Belajar Bersama (Joko Dayu)
Alhamdulillahi Robbil Aalamiin, setelah belajar 17 tahun di dunia pusaka & mustika, sarana tradisi, tuah, saat ini kami (Joko Dayu) berniat untuk membagikan hasil belajar kami. Tentunya ya belajar bersama, karena tidak ada kesempurnaan dalam belajar meskipun sampai mati nanti. Dari itu, kami mengajak saudara untuk belajar bersama menemani kami!
Dari perjalanan menggali wawasan tentunya sangat membutuhkan kesabaran, keikhlasan jangka panjang, mencari contoh barang, kemudian mendalami mestinya membutuhkan pendalaman yang lama sebelum menguasai dan sebelum terbiasa. Berbeda ketika sudah lama mendalami, akhirnya sangat terbiasa untuk menjiwai baik itu pusaka maupun mustika.
Penuh lika-liku yang melibatkan keyakinan, hingga membuat keyakinan itu sendiri dalam kondisi kritis harus menjajaki dalamnya filosofi, histori, dan lain sebagainya tentang pusaka dan mustika. Dalam keadaan yang tidak menentu itulah keyakinan mencari sandaran untuk memutuskan sesuatu yang telah diteliti dan didalami, dan sandaran itu adalah kesadaran yang penuh ketenangan tanpa ego penilaian luar, namun mementingkan batiniyah. Repot merepotkan, namun sungguh menyenangkan, karena menjadi tantangan spiritual yang melibatkan material juga harus seimbang keduanya.
Menyeimbangkan akal pikiran sampai keyakinan hingga dengan kesadaran pribadi berani memutuskan. Mengajak belajar bukan berarti kami menguasai semuanya, justru dengan menulis kami mendapatkan ingatan-ingatan kami kembali yang telah lama terlupakan; menulis sambil belajar, sambil mengingat, mengembangkan wawasan.
Mustika atau amalan aji, japa, mantra hanyalah sarana karya Tuhan yang terciptanya, kebangkitanya di lintaskan dalam akal pikiran, keyakinan dan kesadaran manusia, bukan berhala, bukan kemusrikan, sesungguhnya berhala & kemusrikan ada dalam hati kita masing-masing yang memuja kesombongan dan ego.
Kami berharap kita bisa menjadi golongan yang tidak melupakan karya leluhur, golongan yang bisa menghormati karya leluhur juga karya cipta Sang Maha Kuasa. Dengan belajar kita akan mengerti tentangnya serta nilainya, sehingga rasa hormat memadai tanpa ada rasa menyia-nyakan sesuatu yang berharga, inilah keadilan tanpa kedzaliman.
"Mari terus belajar untuk mendalami tinggalan leluhur serta karya Tuhan yang tiada batas, dengan belajarlah kita akan ber ilmu untuk bisa menilai, mengerti, karena hanya dengan mengerti kita bisa mencintai, dengan mencintai pula kita akan ada keinginan untuk menjaga agar lestari".
Kami harap sedikit kata ini bisa mengantarkan apa yang menjadi tujuan kami untuk bisa dimengerti oleh para dulur semua yang hendak ikut belajar dalam naungan kami. Aamiin….!
Wassalamualaikum Wr. Wb.
JOKO DAYU
Komentar
Posting Komentar