TUAH ARI-ARI KUCING
Ari-ari kucing itu kalau sudah bangkit sangat luar biasa sekali. Ia mampu merubah segala keadaan, merubah segala ketidaknyamanan, dan membuat kita menjadi orang yang benar-benar sangat nyaman dalam kehidupan ini. Ari-ari kucing punya khasiat yang sangat mendalam dan sangat kuat, sehingga tuahnya bisa langsung dirasakan.
Sangat sulit sekali mencari ari-ari kucing karena benda ini sangat langka; biasanya setelah melahirkan, induk kucing selalu memakannya. Dalam tradisi Jawa, ari-ari kucing memang terkenal untuk membangkitkan segala ilmu, membuka mata batin, hingga untuk kemampuan penerawangan. Selain itu, ia juga kondang untuk urusan kekayaan, keberuntungan yang luar biasa, hingga piranti dalam hal perjudian.
Benda ini mampu mengembalikan ilmu yang melemah karena penilaian kotor, jarang diwiridkan, melanggar pantangan, hingga kesalahan berat seperti selingkuh atau berzina. Ari-ari kucing tidak hanya mengembalikan ilmu tersebut, tetapi juga mengisinya kembali hingga berlipat-lipat dari sebelumnya. Caranya cukup dengan merendamnya di air selama 1 jam, lalu airnya diminum.
Tata Cara Pembangkitan
Sebelum digunakan, ari-ari kucing ini harus dibangkitkan dulu tuahnya agar sempurna dan benar-benar nyata khasiatnya dengan cara:
Bacakan Sholawat Fatih sebanyak 50 atau 500 kali.
Setelah dibacakan, diamkan selama 2 jam. Setelah itu, ari-ari kucing sudah siap dan sempurna untuk digunakan.
"sekedar berbagi ilmu, belajar bersama, bukan dimaharkan ilmunya melainkan gratis, begitu juga benda n pusaka sekedar pembelajaran bukan untuk dimaharkan".
Semoga berkah dan manfaat untuk sesama Aamiin...!
Wawasan Belajar Bersama (Joko Dayu)
Alhamdulillahi Robbil Aalamiin, setelah belajar 17 tahun di dunia pusaka & mustika, sarana tradisi, tuah, saat ini kami (Joko Dayu) berniat untuk membagikan hasil belajar kami. Tentunya ya belajar bersama, karena tidak ada kesempurnaan dalam belajar meskipun sampai mati nanti. Dari itu, kami mengajak saudara untuk belajar bersama menemani kami!
Dari perjalanan menggali wawasan tentunya sangat membutuhkan kesabaran, keikhlasan jangka panjang, mencari contoh barang, kemudian mendalami mestinya membutuhkan pendalaman yang lama sebelum menguasai dan sebelum terbiasa. Berbeda ketika sudah lama mendalami, akhirnya sangat terbiasa untuk menjiwai baik itu pusaka maupun mustika.
Penuh lika-liku yang melibatkan keyakinan, hingga membuat keyakinan itu sendiri dalam kondisi kritis harus menjajaki dalamnya filosofi, histori, dan lain sebagainya tentang pusaka dan mustika. Dalam keadaan yang tidak menentu itulah keyakinan mencari sandaran untuk memutuskan sesuatu yang telah diteliti dan didalami, dan sandaran itu adalah kesadaran yang penuh ketenangan tanpa ego penilaian luar, namun mementingkan batiniyah. Repot merepotkan, namun sungguh menyenangkan, karena menjadi tantangan spiritual yang melibatkan material juga harus seimbang keduanya.
Menyeimbangkan akal pikiran sampai keyakinan hingga dengan kesadaran pribadi berani memutuskan. Mengajak belajar bukan berarti kami menguasai semuanya, justru dengan menulis kami mendapatkan ingatan-ingatan kami kembali yang telah lama terlupakan; menulis sambil belajar, sambil mengingat, mengembangkan wawasan.
Bukan berlebihan dalam penyampaian. Semua akan kami tulis dengan teliti tanpa mengada-ngada yang bisa menimbulkan kesan berlebihan, semua sesuai hati saja, agar tidak menimbulkan keyakinan semu ataupun harapan palsu. Belajar adalah upaya kita untuk melestarikan dengan kesungguhan hati tanpa direkayasa dengan rasa.
Mustika atau amalan aji, japa, mantra hanyalah sarana karya Tuhan yang terciptanya, kebangkitanya di lintaskan dalam akal pikiran, keyakinan dan kesadaran manusia, bukan berhala, bukan kemusrikan, sesungguhnya berhala & kemusrikan ada dalam hati kita masing-masing yang memuja kesombongan dan ego.
Kami berharap kita bisa menjadi golongan yang tidak melupakan karya leluhur, golongan yang bisa menghormati karya leluhur juga karya cipta Sang Maha Kuasa. Dengan belajar kita akan mengerti tentangnya serta nilainya, sehingga rasa hormat memadai tanpa ada rasa menyia-nyakan sesuatu yang berharga, inilah keadilan tanpa kedzaliman.
"Mari terus belajar untuk mendalami tinggalan leluhur serta karya Tuhan yang tiada batas, dengan belajarlah kita akan ber ilmu untuk bisa menilai, mengerti, karena hanya dengan mengerti kita bisa mencintai, dengan mencintai pula kita akan ada keinginan untuk menjaga agar lestari".
Kami harap sedikit kata ini bisa mengantarkan apa yang menjadi tujuan kami untuk bisa dimengerti oleh para dulur semua yang hendak ikut belajar dalam naungan kami. Aamiin….!
Wassalamualaikum Wr. Wb.
JOKO DAYU
Komentar
Posting Komentar