KEAMPUHAN ZIMAT PUSAKA SEMAR MESEM
Jimat pusaka Semar mesem adalah impian daripada mereka yang mendambakan cinta yang bertebaran di mana-mana, laksana senyum saja membuat orang itu sudah salah tingkah seolah-olah kita yang memberi harapan palsu kepada mereka yang memandang. Karena masyhur akan tuahnya, para pencari pusaka Semar pun tidak pernah putus asa meskipun yang didapatkan selalu yang tiruan belaka.
Semangat yang tidak pernah padam, angan pun masih mendamaikan hati... meskipun saat ini saya mendapatkan yang palsu ndak apa-apa, mungkin ini jalan menuju yang asli. Semua dimaklumi, karena mereka benar-benar mengejar apa itu yang namanya pusaka yang bertema pengasihan yang tinggi.
Bisa menarik simpati; kalau tidak ada dicari, kalau ada diamati. Memang itulah hati kebanyakan orang meskipun tidak ingin memelet orang, tetapi berharap banyak orang yang memujanya, mencintainya, menganggapnya benar-benar ada, ada yang punya keberadaan tersendiri di hati para pemuja. Apalagi Semar yang punya emas itu lebih mujarab, dan lagi kepalanya ditambah sebuah burung itu adalah penambahan keindahan yang benar-benar khusus diistimewakan.
Sangat menarik apapun jenisnya, pusaka Semar mesem itu tetap punya daya pengayoman, daya kasepuhan, daya yang membuat orang itu dituakan, diluhurkan, diagungkan. Hal itu bukan sekadar para anak muda yang mencintai pusaka Semar mesem, bahkan para orang-orang yang praktik spiritual atau dukun selalu mengutamakan pusaka Semar untuk agemannya, agar memang dituakan oleh orang, dibutuhkan dan dicari.
Dalam hal kebaikan untuk mencari nafkah, pusaka Semar mesem juga menjadi sarana untuk pelarisan dagang, melancarkan usaha dan memperlancar segala negosiasi. Senyuman yang menawan, pandangan yang mempesona, gerakan yang punya daya pikat tersendiri, itulah yang disebut dengan Semar mesem. Nggak ada salahnya kalau orang sebanyak itu pada berebut untuk mencari Semar mesem walaupun yang pada akhirnya hanya mendapat yang palsu-palsu belaka.
Gaib Semar memikat hati, apa yang diharapkan harus dimiliki, hati siapapun harus dimiliki. Memaksa kehendak secara halus dengan gaib Semar tanpa mau tahu penolakan hati, itulah Semar. Memaksa halus tanpa beban seolah menguasai keadaan. Harapan diri mencintai dia yang selama ini menghiasi hati tanpa mengharapkan balasan cinta karena cinta ini murni. Cintaku tak membutuhkan imbalan, karena memang lahir dari keikhlasan.
Dari keikhlasan inilah aku mengerti akan sucinya cinta yang benar bisa dirasakan oleh akal pikiran. Hukum timbal balik tidak berlaku untuk cintaku, setahuku itu hanyalah aksi reaksi dari hukum alam ini. Seperti diriku ketika mencintai uang, aku tidak menghiraukan cinta dan tidaknya uang itu terhadapku, yang terjadi ialah... aku bisa menikmatinya dengan kepasrahannya. Lebih baik salah mencintai... masih bisa menikmati, daripada salah membenci hanya rugi yang didapati. Pribadi ini tak pernah punya rumus cinta bertepuk sebelah tangan, karena ketika realita tidak sama dengan angan, aku masih bisa menikmati cinta dengan angan, tanpa harus melibatkan pasangan.
Cara Pengaktifan
Kalau punya Semar mesem apakah itu harus disimpan? Ya harus disimpan dan diaktifkan menggunakan sarana yang sesuai:
MINYAK 9 MACAM JADI SATU
Gunakan untuk merendam Semar tersebut selama 3 hari 3 malam. Ini berlaku untuk semua jenis Semar jimatan agar benar-benar aktif dan Anda bisa merasakan bedanya yang asli.
Semoga berkah dan manfaat untuk sesama. Aamiin...!
Wawasan Belajar Bersama (Joko Dayu)
Alhamdulillahi Robbil Aalamiin, setelah belajar 17 tahun di dunia pusaka & mustika, sarana tradisi, tuah, saat ini kami (Joko Dayu) berniat untuk membagikan hasil belajar kami. Tentunya ya belajar bersama, karena tidak ada kesempurnaan dalam belajar meskipun sampai mati nanti. Dari itu, kami mengajak saudara untuk belajar bersama menemani kami!
Dari perjalanan menggali wawasan tentunya sangat membutuhkan kesabaran, keikhlasan jangka panjang, mencari contoh barang, kemudian mendalami mestinya membutuhkan pendalaman yang lama sebelum menguasai dan sebelum terbiasa. Berbeda ketika sudah lama mendalami, akhirnya sangat terbiasa untuk menjiwai baik itu pusaka maupun mustika.
Penuh lika-liku yang melibatkan keyakinan, hingga membuat keyakinan itu sendiri dalam kondisi kritis harus menjajaki dalamnya filosofi, histori, dan lain sebagainya tentang pusaka dan mustika. Dalam keadaan yang tidak menentu itulah keyakinan mencari sandaran untuk memutuskan sesuatu yang telah diteliti dan didalami, dan sandaran itu adalah kesadaran yang penuh ketenangan tanpa ego penilaian luar, namun mementingkan batiniyah. Repot merepotkan, namun sungguh menyenangkan, karena menjadi tantangan spiritual yang melibatkan material juga harus seimbang keduanya.
Menyeimbangkan akal pikiran sampai keyakinan hingga dengan kesadaran pribadi berani memutuskan. Mengajak belajar bukan berarti kami menguasai semuanya, justru dengan menulis kami mendapatkan ingatan-ingatan kami kembali yang telah lama terlupakan; menulis sambil belajar, sambil mengingat, mengembangkan wawasan.
Bukan berlebihan dalam penyampaian. Semua akan kami tulis dengan teliti tanpa mengada-ngada yang bisa menimbulkan kesan berlebihan, semua sesuai hati saja, agar tidak menimbulkan keyakinan semu ataupun harapan palsu. Belajar adalah upaya kita untuk melestarikan dengan kesungguhan hati tanpa direkayasa dengan rasa.
Mustika atau amalan aji, japa, mantra hanyalah sarana karya Tuhan yang terciptanya, kebangkitanya di lintaskan dalam akal pikiran, keyakinan dan kesadaran manusia, bukan berhala, bukan kemusrikan, sesungguhnya berhala & kemusrikan ada dalam hati kita Masing-masing yang memuja kesombangan dan ego.
Kami berharap kita bisa menjadi golongan yang tidak melupakan karya leluhur, golongan yang bisa menghormati karya leluhur juga karya cipta Sang Maha Kuasa. Dengan belajar kita akan mengerti tentangnya serta nilainya, sehingga rasa hormat memadai tanpa ada rasa menyia-nyakan sesuatu yang berharga, inilah keadilan tanpa kedzaliman.
"Mari terus belajar untuk mendalami tinggalan leluhur serta karya Tuhan yang tiada batas, dengan belajarlah kita akan ber ilmu untuk bisa menilai, mengerti, karena hanya dengan mengerti kita bisa mencintai, dengan mencintai pula kita akan ada keinginan untuk menjaga agar lestari".
Kami harap sedikit kata ini bisa mengantarkan apa yang menjadi tujuan kami untuk bisa dimengerti oleh para dulur semua yang hendak ikut belajar dalam naungan kami. Aamiin….!
Wassalamualaikum Wr. Wb.
JOKO DAYU
Komentar
Posting Komentar