TUAH PUSAKA AGUNG BEGAWAN ABIYOSO
Sesuai kepercayaan yang mendalam bahwa Pusaka Begawan Abiyoso itu pusaka ageman yang mementingkan tuah, terbukti setiap pemegangnya selalu menjadi orang yang dituakan, orang yang cukup, orang yang mujarab doanya/sarananya bila dimintai bantuan pasien, diyakini sebagai:
- Sang penjaga dan pengundang harta, secara otomatis bekerja.
- Dituakan luar dalam.
- Disegani luar dalam.
- Ditakuti luar dalam.
- Doa-doa makin cepat terlaksana.
- Kepangkatan.
- Kedrajatan.
- Menangkan perebutan jabatan dll.
- Pengundang kemakmuran.
- Pengundang murid/tamu/pasien.
- Pengundang kemujaraban.
- Pengundang pulung besar kasepuhan.
- Pengundang keistimewaan, otomatis.
- Pengundang keberuntungan tiada batas.
Pengundang jawaban dan solusi, maka kita tidak perlu heran bila ada cerita seorang petani, penggembala, buruh yang tidak pernah belajar ilmu, setelah menemukan pusaka Abiyoso dari sawah/hutan maupun dari warisan tiba-tiba dia dituakan dan banyak pasien, karena kekuatan Abiyoso membuat doa atau sarana Anda jadi mujarab walaupun awur-awuran, apa pun yang Anda pakai sarana sesuai keinginan hati mujarab.
Dan Anda tidak usah kaget kalau yang punya pusakanya tiba-tiba banyak keberuntungan, hidup mapan, berkecukupan, dilimpahkan rejeki, karena kekuatan Abiyoso spesial di bidang ini serta menjaga kesuksesan pemiliknya. Bukan itu saja, bahkan gaib Semar saja sowan kepada Abiyoso, jadi Abiyoso juga mempunyai kekuatan pengasihan pelet yang kuat secara umum maupun khusus.
Ada cerita seorang pemilik pusaka Abiyoso orangnya cacat, juga kerdil, namun istrinya cantik dan normal hubungan langgeng sampai kakek-kakek. Inilah sarana yang memang jadi inti pencarian para ahli metafisika, ahli hikmah, ahli kasepuhan dsb. Kita bisa memakainya untuk digunakan banyak hal, Abiyoso gurunya kasepuhan yang bisa digunakan untuk berbagai kasepuhan dengan cara yang mudah sesuai keinginan hati.
Pusaka Abiyoso itu dilengkapi daya: perpulungan kasepuhan, kedrajadtan, kemakmuran, kejayaan, kesuksesan, keparanormalan, pencapaian, dll yang terlengkap. Ini diburu pakar spiritual yang faham tentangnya, tetapi jarang yang memahaminya, karena tentangnya sangatlah luas jauh dari batas.
Bila ada sejarah, orang gak punya mantra tiba-tiba pasiennya banyak, rejeki melimpah kaya, penuh keberuntungan, tidak usah kaget. Memang kalau menurut keyakinan, pemilik pusaka akan dicari orang banyak di mana-mana, dikrubuti, dituakan, disepuhkan, berkedudukan, dan satu-satunya pusaka yang memelihara n menjaga harta pemiliknya. Dimulyakan kelihatan lebih dari yang lain, nilainya lebih tinggi di mata orang lain. Penjaga dan pengundang harta, pengelola.
Memang pusaka Abiyoso itu menjadi pusaka yang sangat digemari bagi yang mengerti tentangnya termasuk kami secara pribadi itu juga sangat suka dengan pusaka Abiyoso, bahkan tidak pernah sepi dari pusaka Abiyoso. Namun kita selalu ingat bahwa pusaka-pusaka seperti itu pembuatannya sudah lama biasanya kebangkitannya mungkin aktif hanya beberapa persen saja, dari itu agar benar-benar aktif kita aktifkan dengan cara oles terlebih dahulu dengan minyak kasturi, kemudian bacakan Surat Al-Mulk sebanyak 7 kali. Sudah begitu saja cukup, jadi ada juga yang meyakini pembacaannya Surat Al-Mulk itu sampai 200 kali di tahapan sempurna inti puncak.
"Sekedar berbagi ilmu, belajar bersama, bukan dimaharkan ilmunya melainkan gratis, begitu juga benda n pusaka sekedar pembelajaran bukan untuk dimaharkan".
Semoga berkah dan manfaat untuk sesama. Aamiin...!
Mustika atau amalan aji, japa, mantra hanyalah sarana karya Tuhan yang terciptanya, kebangkitannya dilintaskan dalam akal pikiran, keyakinan dan kesadaran manusia, bukan berhala, bukan kemusyrikan, sesungguhnya berhala & kemusyrikan ada dalam hati kita masing-masing yang memuja kesombongan dan ego.
Semoga bermanfaat untuk semua pembaca..... Aamiin..!
"Mari terus belajar untuk mendalami tinggalan leluhur serta karya Tuhan yang tiada batas, dengan belajarlah kita akan berilmu untuk bisa menilai, mengerti, karena hanya dengan mengerti kita bisa mencintai, dengan mencintai pula kita akan ada keinginan untuk menjaga agar lestari".
Alhamdulillahi Robbil Aalamiin, setelah belajar 17 tahun di dunia pusaka & mustika, sarana tradisi, tuah, saat ini kami (Joko Dayu) berniat untuk membagikan hasil belajar kami. Tentunya ya belajar bersama, karena tidak ada kesempurnaan dalam belajar meskipun sampai mati nanti. Dari itu, kami mengajak saudara untuk belajar bersama menemani kami!
Dari perjalanan menggali wawasan tentunya sangat membutuhkan kesabaran, keikhlasan jangka panjang, mencari contoh barang, kemudian mendalami mestinya membutuhkan pendalaman yang lama sebelum menguasai dan sebelum terbiasa. Berbeda ketika sudah lama mendalami, akhirnya sangat terbiasa untuk menjiwai baik itu pusaka maupun mustika.
Penuh lika-liku yang melibatkan keyakinan, hingga membuat keyakinan itu sendiri dalam kondisi kritis harus menjajaki dalamnya filosofi, histori, dan lain sebagainya tentang pusaka dan mustika. Dalam keadaan yang tidak menentu itulah keyakinan mencari sandaran untuk memutuskan sesuatu yang telah diteliti dan didalami, dan sandaran itu adalah kesadaran yang penuh ketenangan tanpa ego penilaian luar, namun mementingkan batiniyah. Repot merepotkan, namun sungguh menyenangkan, karena menjadi tantangan spiritual yang melibatkan material juga harus seimbang keduanya.
Menyeimbangkan akal pikiran sampai keyakinan hingga dengan kesadaran pribadi berani memutuskan. Mengajak belajar bukan berarti kami menguasai semuanya, justru dengan menulis kami mendapatkan ingatan-ingatan kami kembali yang telah lama terlupakan; menulis sambil belajar, sambil mengingat, mengembangkan wawasan.
Bukan berlebihan dalam penyampaian. Semua akan kami tulis dengan teliti tanpa mengada-ngada yang bisa menimbulkan kesan berlebihan, semua sesuai hati saja, agar tidak menimbulkan keyakinan semu ataupun harapan palsu. Belajar adalah upaya kita untuk melestarikan dengan kesungguhan hati tanpa direkayasa dengan rasa.
Kami berharap kita bisa menjadi golongan yang tidak melupakan karya leluhur, golongan yang bisa menghormati karya leluhur juga karya cipta Sang Maha Kuasa. Dengan belajar kita akan mengerti tentangnya serta nilainya, sehingga rasa hormat memadai tanpa ada rasa menyia-nyiakan sesuatu yang berharga, inilah keadilan tanpa kedzaliman.
Kami harap sedikit kata ini bisa mengantarkan apa yang menjadi tujuan kami untuk bisa dimengerti oleh para dulur semua yang hendak ikut belajar dalam naungan kami. Aamiin….!
Wassalamualaikum Wr. Wb.
JOKO DAYU

Komentar
Posting Komentar