Langsung ke konten utama

TUAH KERIS PAMOR ROJO SULAIMAN

PAMOR AGUNG ROJO SULAIMAN

Pamor yang selalu membuat heboh para pecinta pusaka, karena pamor Rojo Sulaiman itu sangat tinggi kastanya. Diterangkan pula di dalam kitab Serat Centhini bahwa harganya itu setara dengan 100 negara. Dikatakan seperti itu memang sangat pantas sekali, karena pusaka dengan pamor yang berbentuk bintang kuno, bintang awal, atau bintang purba itu adalah pusaka yang mempunyai tuah yang sangat menarik bagi pemiliknya.

Tuah tersebut dikatakan bisa melindungi pemiliknya dari berbagai serangan yang nyata maupun yang tidak nyata, juga untuk panglimunan kekuatan halimun wewe putih dan wewe gombel serta panglamporan. Jenis panglimunan yang dimilikinya membuat tingkat kesaktiannya dikatakan sangatlah tinggi.

Apabila digunakan untuk perang akan membawa kemenangan, pulang dengan kejayaan. Apabila digunakan untuk dagang akan membawa keberuntungan dan keuntungan. Pusaka ini pada intinya punya khasiat yang sangat menarik sekali, yaitu apa pun yang menjadi keinginan dari pemiliknya akan tercapai, serta mampu menolak berbagai bala yang akan datang. Pagarnya sangat kuat, kejayaan hidup, kemakmuran hidup jangka panjang, kedamaian, karismatik, serta perbawa yang dilengkapi karisma raja; itulah inti daripada tuah pusaka dengan pamor Rojo Sulaiman.

FILOSOFI & TRADISI PERAWATAN

Sangat menarik sekali, menarik perhatian, menarik hati, menarik mata, hingga menarik keinginan untuk memilikinya. Akan tetapi, juga dikatakan bahwa pamor Rojo Sulaiman itu adalah pamor yang memilih, jadi tidak semua orang bisa memiliki atau cocok dengannya. Pamor seperti itu apabila kita memilikinya benar-benar harus kita jaga dan kita rawat sebaik-baiknya agar hasanah daripada pusaka itu menyertai kita. Apa yang telah diinginkan oleh sang Empu dalam penciptaannya benar-benar bisa kita rasakan dan sampai ke dalam diri kita.

Andaikata kita banyak keinginan atau punya keinginan yang besar, maka di mana Anda tidur menghadap ke mana, usahakan tepat di pandangan. Andaikata Anda tidurnya menghadap ke utara (kepala di selatan), maka taruhlah pusaka itu di dinding atau di tembok yang berada di utara, sehingga ketika mau tidur bisa melihatnya dan ketika bangun tidur langsung melihatnya juga. Hal itu akan sangat efektif. Itu adalah sebuah tradisi untuk menggapai impian dengan sarana pusaka pamor Rojo Sulaiman.

Pamor Rojo Sulaiman juga merupakan pamor yang mempunyai tuah untuk ketenaran; ketenaran yang berkah dan manfaat, bukan ketenaran yang membawa keburukan. Sungguh senangnya apabila kita punya pusaka dengan pamor Rojo Sulaiman, membuat hati kita itu merasa sangat gembira, ingin selalu melihatnya, dan ingin meminyakinya dengan perawatan yang sangat khusus dibandingkan pusaka-pusaka lainnya yang kita miliki.

TATA CARA MEMBANGKITKAN AURA

Adapun biasanya yang kita temukan auranya itu kekuatannya hanya bangkit beberapa persen saja. Oleh karena itu, kita harus membangkitkannya secara keseluruhan. Membangkitkan itu adalah menggugah roso daripada pusaka tersebut agar punya gairah kembali untuk memancarkan seluruh auranya, sehingga aura itu akan membawa kemanfaatan bagi pemilik dan keluarganya.

Caranya: Cukup kita oles minyak melati, kemudian kita bacakan surat Al-Ikhlas 1.000 kali; sudah selesai, cukup sempurna.

"Sekadar berbagi ilmu, belajar bersama, bukan dimaharkan ilmunya melainkan gratis. Begitu juga benda dan pusaka sekadar pembelajaran, bukan untuk dimaharkan."

Semoga berkah dan manfaat untuk sesama. Aamiin...!

Mustika atau amalan aji, japa, mantra hanyalah sarana karya Tuhan yang tercipta. Kebangkitannya dilintaskan dalam akal pikiran, keyakinan, dan kesadaran manusia. Bukan berhala, bukan kemusyrikan. Sesungguhnya berhala dan kemusyrikan ada dalam hati kita masing-masing yang memuja kesombongan dan ego.

Semoga bermanfaat untuk semua pembaca... Aamiin..!

"Mari terus belajar untuk mendalami tinggalan leluhur serta karya Tuhan yang tiada batas. Dengan belajarlah kita akan berilmu untuk bisa menilai dan mengerti, karena hanya dengan mengerti kita bisa mencintai. Dengan mencintai pula kita akan ada keinginan untuk menjaga agar lestari."

CATATAN BELAJAR JOKO DAYU

Alhamdulillahi Robbil 'Aalamiin, setelah belajar 17 tahun di dunia pusaka dan mustika, sarana tradisi, serta tuah, saat ini kami (Joko Dayu) berniat untuk membagikan hasil belajar kami. Tentunya ya belajar bersama, karena tidak ada kesempurnaan dalam belajar meskipun sampai mati nanti. Dari itu, kami mengajak saudara untuk belajar bersama menemani kami!

Dari perjalanan menggali wawasan tentunya sangat membutuhkan kesabaran, keikhlasan jangka panjang, mencari contoh barang, kemudian mendalami. Mestinya membutuhkan pendalaman yang lama sebelum menguasai dan sebelum terbiasa. Berbeda ketika sudah lama mendalami, akhirnya sangat terbiasa untuk menjiwai baik itu pusaka maupun mustika.

Penuh lika-liku yang melibatkan keyakinan, hingga membuat keyakinan itu sendiri dalam kondisi kritis harus menjajaki dalamnya filosofi, histori, dan lain sebagainya tentang pusaka dan mustika. Dalam keadaan yang tidak menentu itulah keyakinan mencari sandaran untuk memutuskan sesuatu yang telah diteliti dan didalami, dan sandaran itu adalah kesadaran yang penuh ketenangan tanpa ego penilaian luar, namun mementingkan batiniyah. Repot merepotkan, namun sungguh menyenangkan, karena menjadi tantangan spiritual yang melibatkan material; keduanya harus seimbang.

Menyeimbangkan akal pikiran sampai keyakinan hingga dengan kesadaran pribadi berani memutuskan. Mengajak belajar bukan berarti kami menguasai semuanya, justru dengan menulis kami mendapatkan ingatan-ingatan kami kembali yang telah lama terlupakan; menulis sambil belajar, sambil mengingat, dan mengembangkan wawasan.

Bukan berlebihan dalam penyampaian. Semua akan kami tulis dengan teliti tanpa mengada-ngada yang bisa menimbulkan kesan berlebihan. Semua sesuai hati saja agar tidak menimbulkan keyakinan semu ataupun harapan palsu. Belajar adalah upaya kita untuk melestarikan dengan kesungguhan hati tanpa direkayasa dengan rasa.

Kami berharap kita bisa menjadi golongan yang tidak melupakan karya leluhur, golongan yang bisa menghormati karya leluhur juga karya cipta Sang Maha Kuasa. Dengan belajar kita akan mengerti tentangnya serta nilainya, sehingga rasa hormat memadai tanpa ada rasa menyia-nyiakan sesuatu yang berharga. Inilah keadilan tanpa kedzaliman.

Kami harap sedikit kata ini bisa mengantarkan apa yang menjadi tujuan kami untuk bisa dimengerti oleh para dulur semua yang hendak ikut belajar dalam naungan kami. Aamiin….!

Wassalamualaikum Wr. Wb.

JOKO DAYU

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERIS PATREM NOGO KIKIK

Keris ukuran kecil terkadang di pandang sebelah mata, jimatan itulah sebutan banyak orang menyebutnya, dianggap tak bernilai kalah dengan pusaka besar. Tetapi kita tidak tidak boleh tertipu dengan hal ini, dahulu kala banyak banget pusaka besar yang juga di buat sebagai pelengkap tradisi, tidak semua dibuat bertuah dengan lelaku tertentu oleh sang empu, para pande besi biasa pun dapat pesanan membuat pusaka, tentunya yang bisa di jangkau oleh masyarakat umum mas kawinnya. Nah disini kita harus mengerti tentang pusaka patrem sebilah pusaka yang punya ukuran kecil zimatan, tentunya dibuat bukan untuk melengkapi busana tradisi atau tradisi lain nya, melainkan untuk tujuan khusus, untuk ageman yang memang di harapkan tuah bukan sekedar seninya, dari sisi kita sudah tau bahwa rata-rata patrem itu memang di buat tujuan pencapaian spiritual dalam banyak hal, seperti halnya patrem naga kikik, lebih wingit, lebih bertuah, lebih punya kasekten, nyolowedi, kekuatan serta aura lebih besar, lebih m...

TUAH AYAM WALIK

Ayam Walik adalah ayam yang bulunya terbalik ke atas. Ayam ini secara tradisi dan hikmah Jawa diyakini punya beberapa tuah yang sangat banyak. Ada ayam Walik itu yang berwarna putih mulus , ada yang berwarna hitam mulus , ada yang pancawarna (lima warna bulu), dan sebagainya yang punya tuah masing-masing. Sebenarnya begini, kalau kita ini lihat tradisi atau kepercayaan yang memang sudah nyata kejadiannya seperti: "Apabila di pasar ayam ada beberapa pedagang ayam yang salah satu diantaranya itu membawa ayam Walik, hal itu memicu pedagang yang lain marah, karena yang lain pada ndak terjual, pada ndak laku." Seperti itu memang buktinya. Dari itulah, ayam Walik itu sendiri kalau untuk segala persaingan —maksudnya persaingan pilihan pejabat, persaingan dagang, atau persaingan jenis apapun—menggunakan ayam Walik yang berwarna hitam . Kalau yang berwarna put...

TUAH MUSTIKA IKAN

Mustika Ikan adalah mustika yang didapat dari tubuh ikan secara langsung, tidak ditemukan di tempat selain di dalam ikan. Mustika ikan ini berbau amis sekali meskipun sudah direndam minyak 10 tahun tetap amis banget, menunjukkan keaslian daripada mustika ikan itu sendiri. Sangat dicari orang karena mustika ikan itu merupakan sebuah mustika yang punya daya pikat yang sangat tinggi sekali . Bahkan ketika digunakan untuk mencari ikan di laut menjuarai, mengundang ikan bersiap di depan jaring, berkumpul dengan rela, dengan ikhlas untuk dijaring; itulah kehebatan mustika ikan. Selain itu, digunakan untuk segala jenis pelarisan apapun. Tentang daya pikat daripada mustika ikan itu dikatakan sangat tinggi karena memang punya kekuatan alami pemikat rasa . Sehingga, ketika sudah dibangkitkan akan menjadi sangat sempurna sekali, membuat mustika ikan menjadi mustika pengasih yang sangat sempurna. ...