TUAH ASLI GALIH KELOR
Memang penuh misteri tentang Galih Kelor itu sendiri. Dari dulu, dari zaman ke zaman, Galih Kelor merupakan benda yang memang terciptanya saja melalui keajaiban-keajaiban alam yang luar biasa. Tentunya semua itu tidak lepas dari karya Tuhan Yang Maha Kuasa.
Diyakini bahwa Galih Kelor yang asli (dari pohon kelor sayur)—meskipun ukurannya hanya sekecil biji jagung—memiliki kesaktian dan tuah yang lebih unggul dibandingkan Merah Delima maupun Besi Kuning. Kekuatan aslinya yang sangat menonjol bawaan alam adalah penundukan yang sangat menyeluruh.
Penundukan secara menyeluruh ini meliputi penundukan terhadap Jin, santet, hingga orang-orang di sekitar kita. Bahkan dikatakan andaikata kita didemo ribuan orang, mereka bisa tunduk mengikuti apa yang kita katakan. Penundukan hati yang sangat tinggi.
Dikatakan juga bahwa Galih Kelor yang asli bisa merukunkan istri yang lebih dari satu. Untuk daya pikat sendiri, kami sudah mengujinya dan sebenarnya sangat kurang sekali. Galih Kelor bukan untuk pelet-memelet, tetapi tuahnya lebih ke arah meluluhkan hati seseorang agar mengikuti apa yang kita inginkan.
Karena keistimewaannya, banyak Galih Kelor yang dipalsukan. Fosil-fosil berserat besar seringkali disebut sebagai fosil Galih Kelor, padahal mustahil karena fosil sangat sulit diidentifikasi. Sebenarnya perbandingannya adalah 1 Galih Kelor asli berbanding ratusan ribu yang palsu.
Kekuatan menonjol lainnya adalah sebagai Penatas. Orang yang punya ilmu kebal sekalipun, jika dipukul dengan Galih Kelor bisa langsung tumbang. Begitu juga bagi mereka yang sulit menghadapi sakaratul maut karena memiliki ilmu tertentu; cukup direndamkan Galih Kelor untuk melunturkan ilmunya agar bisa meninggal dengan segera dan tenang.
CARA PENGAKTIFAN
Apakah kekuatan asli bawaan alam ini perlu diaktifkan kembali agar isinya lebih sempurna? "Perlu". Pengaktifannya tidak perlu menggunakan doa, cukup dengan metode perendaman berikut:
Metode Minyak: Rendam dengan 9 jenis minyak non-alkohol yang dijadikan satu selama 9 hari 9 malam.
Metode Bunga (Jika tidak ada minyak): Gunakan rendaman air dengan 9 jenis bunga:
- Bunga Mawar
- Bunga Melati
- Bunga Wijoyo Kusumo
- Bunga Kenanga
- Bunga Kamboja Putih
- Bunga Kamboja Kuning
- Bunga Kamboja Merah
- Bunga Kantil
- Bunga Sedap Malam
"Sekadar berbagi ilmu, belajar bersama, bukan dimaharkan ilmunya melainkan gratis, begitu juga benda dan pusaka sekadar pembelajaran bukan untuk dimaharkan."
Semoga berkah dan manfaat untuk sesama. Aamiin...!
Semoga bermanfaat untuk semua pembaca..... Aamiin..!
"Mari terus belajar untuk mendalami tinggalan leluhur serta karya Tuhan yang tiada batas. Dengan belajar kita akan berilmu untuk bisa menilai, mengerti, karena hanya dengan mengerti kita bisa mencintai, dengan mencintai pula kita akan ada keinginan untuk menjaga agar lestari."
PETUAH AGUNG
"Kemujaraban ilmu, kehebatan ilmu, tingkatan itu bukan karena ilmu itu warisan nabi Khidir, warisan wali, warisan ahli hikmah ternama, tetapi istiqomah lebih utama. Kita harus perhatikan yang mengisi itu siapa? Yang menurunkan ke kita siapa? Bagaimana aura dan isinya sang guru? Dia pelaku istiqomah apa tidak? Dia pelaku tirakat atau tidak? Itu sangat penting."
"Istiqomah adalah pohonnya karomah, atau karomah itu buah dari istiqomah. Guru yang ahli tirakat dan pelaku istiqomah sangat besar pengaruhnya, bukan hanya sekadar yang punya buku banyak, namun yang suka lelaku tirakat dan istiqomah 1000x lebih baik. Jadi intinya, cari guru yang benar berilmu, jangan hanya yang berbuku."
— Joko Dayu

Komentar
Posting Komentar