TUAH AGUNG BATU MUSTIKA AMPARAN JATI
Batu yang tergolong mustika, batu mulia batu yang dimuliakan oleh para pecinta hikmah spiritual secara menyeluruh. Batu ini memang sangat unik punya Aura yang sangat luas, punya isi yang sangat mendalam, rata-rata banyak orang mengatakan bahwa batu ini adalah digunakan untuk pagar badan, untuk keselamatan, untuk pelarisan dagang, akan tetapi kami (Joko Dayu Satrio Tondonegoro Surya Macan Pringgondani) punya penilaian yang berbeda, kami bukan hanya asal percaya saja, namun kami mempelajari tentangnya yang kami anggap mulia ini. Dengan cukup lama waktunya kami pelajari, kami dalami, sedalam-dalamnya, agar benda yang sudah mulia ini bisa lebih bermanfaat lagi.
Amparan Jati adalah batu dari area Maqbaroh Kanjeng Sunan Gunung Jati di sekitar makam beliau. Batu dari area yang singit singingit mulia karena makam Wali Allah dan juga raja-raja yang sangat mulia sekali yang juga kami kagumi, kami hadiah Fatihah semua yang dimakamkan di area Gunung Jati, karena kami memang mengagumi beliau, kami memang mencintai beliau-beliau ada kekaguman tersendiri terhadap beliau-beliau yang dimakamkan di sana, kekaguman secara pribadi oleh kami.
Batu yang tentunya cukup langka. Kenapa bisa punya banyak..? Tentunya punya karena kami punya saudara yang ada di sana, masih dzuriyah Sunan Gunung Jati yang tinggal di Bekasi. Beliau ini sudah kami anggap saudara sendiri, semoga persaudaraan ini juga langgeng dunia dan akhirat.
Tentang batu ini setelah didalami memang tidak punya kadar untuk tes-tesan dites anti tembak, bacok, tidak anti ini anti itu, memang tidak bisa, karena memang auranya kalem, lembut seperti saya, tetapi mendalam. Kalau kami secara pribadi malah menyukai benda-benda yang seperti ini, benda yang seperti ini ketika kita dalam keadaan yang membutuhkan, kita keadaan benar-benar terpojok atau kita memang dihadapkan dengan sesuatu hal yang membutuhkan suatu kekuatan gaib, maka akan benar-benar bekerja secara nyata lebih daripada apa yang kita bayangkan. Berbeda dengan benda-benda yang bisa dimainkan biasanya malah tidak bekerja ketika kita sedang membutuhkan, dia hanya mengerti tuah ketika dites-tes.
Tuah yang sangat mendalam ini meliputi banyaknya tenaga dalam, banyaknya kekuatan batin yang membawa cukup berangan-angan dengan sangat tulus fokus akan tercapai keinginannya seperti halnya sadodadi. Ternyata ada batu yang seperti itu. Setelah kami pelajari ada kekuatan karosan kekuatan seperti Samson itu ya Bandung Bondowoso itu secara menyeluruh, ada kekuatan untuk pelaris, untuk rezekian, untuk pagar, keselamatan, kesaktian, itu semuanya sebenarnya memang sudah ada di dalamnya, akan tetapi kalau kita ingin menonjolkan kekuatan agar bisa digunakan dalam keadaan apapun dan bahkan barang ini bisa menjadi barang yang aktif setiap saat. Maksudnya aktif ini bisa ketika diuji dan bisa bereaksi ketika dalam keadaan membutuhkan semuanya bekerja secara maksimal, tentunya ada tata caranya nanti kami jelaskan di bawah.
Bahkan batu ini punya kekuatan menunduk segala besi, besi ini dalam istilah spiritual adalah segala jenis logam dan juga ada tambahan menundukkan segala benda tetapi yang paling menonjol adalah untuk logam atau besi sangat kuat sekali. Batu yang dilapisi dengan aura-aura murni ini bisa membawa banyak kemanfaatan dalam diri pemakainya, termasuk ketika digunakan untuk gelang itu bisa untuk berbagai tujuan kesehatan atau melunturkan penyakit di dalam tubuh, kekuatan yang juga bisa mengeluarkan energi pertak seperti gelap ngampar atau bledex ngampar menggertak orang bisa lumpuh di tempat atau bisa tidak berdiri, karena otot-ototnya itu berasa tidak berfungsi lemes.
Dan dari jenis Batu Ampar ini ada yang istimewa lagi saya juga dikasih oleh saudara saya itu sangat kuat sekali secara alamiah, bahkan bisa digunakan untuk membuat minyak direndam untuk membuat minyak bertuah. Benda ini masih utuh tidak saya sentuh hanya saya bikin minyak saja kemarin. Apabila yang jenis seperti ini yang ada bercak-bercak perak atau ada batu yang menonjol di situ warna putih keperakan yang terpisah dia tidak seperti batu tapi lebih mirip logam itu sudah anti tembak bisa dites di gelas tanpa harus dikasih doa tanpa pengaktifan apapun, saya hanya tak Fatihahin ruh dan jasadnya itu 9.999 kali akhirnya kekuatan-kekuatan di dalamnya itu bermunculan semua, keluar kelihatan benar-benar sangat aktif.
Sangat menyenangkan sekali, kalau njenengan bertanya apakah kami itu juga termasuk golongan pecinta batu Amparan Jati? Iya lah. Dari berbagai jenis kami suka, berbagai warna saya suka, bahkan kami itu pengen mempelajari sedalamnya ketika dipakai cincin/pakai tasbih kan sering dilepas membuat kami memang belum bisa mengerti meskipun lama bertahun-tahun itu kami. Akhirnya tasbih batu ampar itu saya potong saya jadikan kalung, siang malam tidak pernah kami lepaskan bertahun-tahun di leher kami, akhirnya kami itu baru menyadari apa yang terkandung di dalamnya, apa isinya, termasuk bisa untuk menampung khodam yang teramat banyak, khodam-khodam murni yang tidak disertai dengan energi-energi tujuan negatif yang rusak seperti biasanya, sangat murni sekali, dan mengerti semua seperti yang tersebut di atas menyeluruh. Kami itu kalau pakai kalung itu bertahun-tahun merasa enak banget karena kami tahu isinya seperti apa ya auranya... seperti apa getarannya.... tentangnya, di dalamnya, yang mendalam kami pelajari secara mendalam, mungkin setelah kami bikinkan keterangan selengkap ini nanti yang punya barang-barang seperti ini batu Amparan Jati ini yang dimaharkan tentunya akan tambah laris dan tambah mahal, harus berterima kasih kepada saya lah sedikit aja.. ha.. nggak apa-apa.
Adapun cara untuk memperdalam daripada batu Amparan Jati ini kita bacakan ruh dan jasadnya Surat Al-Fatihah 999 kali saja tidak usah 9.999 seperti yang kami lakukan, tapi sebelumnya kasihlah minyak kasturi secara merata, setelah itu bungkus dengan kain putih biarkan tiga hari tiga malam baru dilepas.
"Sekedar berbagi ilmu, belajar bersama, bukan dimaharkan ilmunya melainkan gratis, begitu juga benda n pusaka sekedar pembelajaran bukan untuk dimaharkan".
Semoga berkah dan manfaat untuk sesama. Aamiin...!
Mustika atau amalan aji, japa, mantra hanyalah sarana karya Tuhan yang terciptanya, kebangkitannya dilintaskan dalam akal pikiran, keyakinan dan kesadaran manusia, bukan berhala, bukan kemusyrikan, sesungguhnya berhala & kemusyrikan ada dalam hati kita masing-masing yang memuja kesombongan dan ego.
Semoga bermanfaat untuk semua pembaca..... Aamiin..!
"Mari terus belajar untuk mendalami tinggalan leluhur serta karya Tuhan yang tiada batas, dengan belajarlah kita akan berilmu untuk bisa menilai, mengerti, karena hanya dengan mengerti kita bisa mencintai, dengan mencintai pula kita akan ada keinginan untuk menjaga agar lestari".
Alhamdulillahi Robbil Aalamiin, setelah belajar 17 tahun di dunia pusaka & mustika, sarana tradisi, tuah, saat ini kami (Joko Dayu) berniat untuk membagikan hasil belajar kami. Tentunya ya belajar bersama, karena tidak ada kesempurnaan dalam belajar meskipun sampai mati nanti. Dari itu, kami mengajak saudara untuk belajar bersama menemani kami!
Dari perjalanan menggali wawasan tentunya sangat membutuhkan kesabaran, keikhlasan jangka panjang, mencari contoh barang, kemudian mendalami mestinya membutuhkan pendalaman yang lama sebelum menguasai dan sebelum terbiasa. Berbeda ketika sudah lama mendalami, akhirnya sangat terbiasa untuk menjiwai baik itu pusaka maupun mustika.
Penuh lika-liku yang melibatkan keyakinan, hingga membuat keyakinan itu sendiri dalam kondisi kritis harus menjajaki dalamnya filosofi, histori, dan lain sebagainya tentang pusaka dan mustika. Dalam keadaan yang tidak menentu itulah keyakinan mencari sandaran untuk memutuskan sesuatu yang telah diteliti dan didalami, dan sandaran itu adalah kesadaran yang penuh ketenangan tanpa ego penilaian luar, namun mementingkan batiniyah. Repot merepotkan, namun sungguh menyenangkan, karena menjadi tantangan spiritual yang melibatkan material juga harus seimbang keduanya.
Menyeimbangkan akal pikiran sampai keyakinan hingga dengan kesadaran pribadi berani memutuskan. Mengajak belajar bukan berarti kami menguasai semuanya, justru dengan menulis kami mendapatkan ingatan-ingatan kami kembali yang telah lama terlupakan; menulis sambil belajar, sambil mengingat, mengembangkan wawasan.
Bukan berlebihan dalam penyampaian. Semua akan kami tulis dengan teliti tanpa mengada-ngada yang bisa menimbulkan kesan berlebihan, semua sesuai hati saja, agar tidak menimbulkan keyakinan semu ataupun harapan palsu. Belajar adalah upaya kita untuk melestarikan dengan kesungguhan hati tanpa direkayasa dengan rasa.
Kami berharap kita bisa menjadi golongan yang tidak melupakan karya leluhur, golongan yang bisa menghormati karya leluhur juga karya cipta Sang Maha Kuasa. Dengan belajar kita akan mengerti tentangnya serta nilainya, sehingga rasa hormat memadai tanpa ada rasa menyia-nyiakan sesuatu yang berharga, inilah keadilan tanpa kedzaliman.
Kami harap sedikit kata ini bisa mengantarkan apa yang menjadi tujuan kami untuk bisa dimengerti oleh para dulur semua yang hendak ikut belajar dalam naungan kami. Aamiin….!
Wassalamualaikum Wr. Wb.
JOKO DAYU

Komentar
Posting Komentar