PUSAKA ZIMAT KEMBANG KANTIL
Keinginan banyak orang untuk memiliki azimat atau pusaka Kembang Kantil ini memang sangat banyak sekali peminatnya. Banyak yang penasaran dengan apa itu jimat Kembang Kantil, sehingga orang dari zaman ke zaman itu memburu benda tersebut ketika membutuhkan piranti yang berhubungan dengan pengasih atau Kinasih, pelet, dan sejenisnya.
Memang setelah diselidiki dan dipelajari, bahwa jimat Kembang Kantil itu punya aura pengasih yang menyeluruh atau yang disebut Pengasihan Umum dan juga bisa memikat perorangan. Pelet pengasih yang dimilikinya ini memang sangat unik, bisa dikatakan adalah golongan pelet yang memiliki sedikit aura jahat. Karena orang yang melihat itu bukan sekadar melihat bahwa orang itu ganteng atau cantik, tetapi ada sebuah hasrat yang terbangun untuk memiliki atau hanya sekadar ingin merasakan saja.
Karena sebaik itu tuahnya, hingga membawa daya tarik yang mengundang para pemalsu jimat atau pusaka Kembang Kantil. Luar biasa banyaknya, perbandingannya bisa mencapai 1 banding puluhan ribu. Dikatakan kalau orang yang ingin dicintai banyak orang, memikat sampai tingkat pengeretan, itu lebih memilih Kembang Kantil daripada pusaka Semar atau sejenisnya.
Baik itu Semar jenis apapun, seperti Semar Mesem, Semar Duduk, Semar Kuncung, Semar Putih, Semar Tinandu, Semar Ngejawantah, hingga Semar Bodronoyo, tetap banyak yang memilih jenis Kembang Kantil. Hal ini dikarenakan kerjanya yang lebih sat-set, penuh gairah, dan penuh pesona yang membawa rasa yang bergairah. Pemiliknya akan lebih percaya diri siang maupun malam, merasa tidak diabaikan di manapun berada. Selain itu, jenis Kantil ini juga punya potensi rezekian yang cukup baik.
Cara Mengaktifkan Pusaka
Bagi yang menemukan azimat Kembang Kantil tidak perlu menggunakan doa khusus untuk membangkitkan, namun diaktifkan dengan media minyak pilihan:
MINYAK KENANGA + MELATI KERATON + CENDANA KERATON
Jadikan satu untuk merendam selama 3 sampai 11 hari. Untuk hasil terbaik, pusaka harus dibungkus dengan kain berwarna putih agar bisa bekerja secara maksimal.
Semoga berkah dan manfaat untuk sesama. Aamiin...!
Wawasan Belajar Bersama (Joko Dayu)
Alhamdulillahi Robbil Aalamiin, setelah belajar 17 tahun di dunia pusaka & mustika, sarana tradisi, dan tuah, saat ini kami (Joko Dayu) berniat untuk membagikan hasil belajar kami. Tentunya ya belajar bersama, karena tidak ada kesempurnaan dalam belajar meskipun sampai mati nanti. Dari itu, kami mengajak saudara untuk belajar bersama menemani kami!
Perjalanan menggali wawasan ini membutuhkan kesabaran dan keikhlasan jangka panjang. Menyeimbangkan akal pikiran sampai keyakinan hingga dengan kesadaran pribadi berani memutuskan. Mengajak belajar bukan berarti kami menguasai semuanya, justru dengan menulis, kami mendapatkan ingatan-ingatan kami kembali yang telah lama terlupakan.
"Mustika atau amalan aji, japa, mantra hanyalah sarana karya Tuhan yang terciptanya dilintaskan dalam akal pikiran, keyakinan, dan kesadaran manusia. Bukan berhala, bukan kemusyrikan. Sesungguhnya berhala & kemusyrikan ada dalam hati kita masing-masing yang memuja kesombongan dan ego."
Semoga bermanfaat untuk semua pembaca..... Aamiin..!
"Mari terus belajar untuk mendalami tinggalan leluhur serta karya Tuhan yang tiada batas. Dengan belajar kita akan berilmu untuk bisa menilai dan mengerti. Karena hanya dengan mengerti kita bisa mencintai, dan dengan mencintai pula kita akan ada keinginan untuk menjaga agar lestari."
Wassalamualaikum Wr. Wb.
PETUAH AGUNG
"Kemujaraban ilmu, kehebatan ilmu, tingkatan itu bukan karena ilmu itu warisan Nabi Khidir, warisan wali, warisan ahli hikmah ternama, tetapi istiqomah lebih utama. Dan ilmu itu kita dapatkan dari mana? Dahulu warisan siapa pun kalau gurunya tidak jelas ya sama seperti bacaan saja."
"Istiqomah adalah pohonnya karomah atau karomah itu buah dari istiqomah. Dari itu guru yang ahli tirakat dan pelaku istiqomah sangat besar pengaruhnya, bukan hanya sekadar yang punya buku banyak, namun yang suka lelaku tirakat dan istiqomah 1000x lebih baik."
— Joko Dayu
Komentar
Posting Komentar